Kamis, 22 Maret 2012

Daftar Pemain Sepakbola Dunia Beragama Islam

Di tengah hiruk-pikuk dunia sepakbola Eropa yang didominasi kaum kristiani, ternyata banyak juga pemain sepak bola yang memeluk agama Islam. Kita sering menonton Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia

namun kadang-kadang kita tidak tahu diantara mereka banyak juga yang beraga islam.
Mereka semua ada yang alim banget lho. taat beribadah, ama sering berdoa ke Allah SWT. Contohnya saja, Samir Nasri, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa, Aaron Winter, Zidane, Nicolas Anelka, Frank Ribery, Djibril Cisse.
Tapi, meskipun beberapa dari mereka bukan muslim yang taat, mereka masih sempet megang teguh syariat Islam.
- Phillipe Troussier : Mantan pemain Perancis yang terkenal, juga pelatih tim Nasional jepang. Hidup di Maroko. merubah namanya menjadi Umar, dengan istri yang bernama dominique yang berubah menjadi aminah (setelah menjadi Muslimah). mengadopsi 2 anak Maroko. Lahir sebagai muslim, dan bersekolah disekolah anak-anak muslim. lalu murtad menjadi kristiani demi neneknya yang membesarkannya. lalu kemudian kembali menjadi muslim.
- Stephen Appiah : Sempat bingung di awal karirnya di Italia karena sulit menemukan makanan yang halal.
- Frederic Kanoute : sempat menolak memakai kostum klub yang disponsori rumah judi bahkan hingga ditutupi. Belakangan setelah berkonsultasi dengan penasehat spiritualnya dia melunak. Karena sponsor klubnya menjanjikan bahwa sebagian keuntungan digunakan untuk sosial.
- Rami Shaaban : mengaku hidup dengan panduan Al Quran. Kiper timnas Swedia ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.
- Kolo Toure : merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.
- Frank Ribery : mengakui bahwa Islam adalah sumber kekuatannnya di dalam dan di luar lapangan. Terutama ketika ia sempat mengalami masa sulit dalam karir dan ia menemukan Islam yang memberi kedamaian.
Berikut ini Daftar Lengkap Pemain Bola Dunia yang Beragama Islam.
- Kolo & Yaya Toure (Manchester City)
- Nicholas anelka (Klub Shangai China)
- Mohammed ‘Momo’ Sissoko (Juventus)
- Ahmed ‘Mido’ Hossam (Zamalek)
- Hossam Ghaly (Saudi Al Nassr)
- Franck Riberry (Bayern Muenchen)
- Hamit & Halil Antiltop (Bayern Muenchen & Shalke 04)
- Frederik Kanoute (Sevilla)
- Mahamaddou Diarra (Real Madrid)
- Eric Abidal (Barcelona)
- Nuri Sahin (Real Madrid)
- Sulley Ali Muntari (Pompey)
- Zlatan Ibrahimovic (Inter)
- Hassan “Brazzo” Salihamidzic (Juventus)
- Khalid Boulahrouz (Sevilla)
- Salomon Kalou (Chelsea)
- El-Hadji Diouf (Bolton)
- Diomanssy Kamara (Fulham)
- Mohammed Kallon (Al-Ittihad ext. Inter & Monaco)
- Thiery Henry (New York Red Bulls)
- Lilian Thuram (Perancis)
- Lassana Diarra (Real Madrid)
- Karim Benzema (Madrid/Perancis)
- Samir Nasri (Man City)
- Hatem Ben Arfa (Lyon)
Pelatih Sepak Bola Muslim
- Bruno Metsu (mantan pelatih Senegal)
- Phillipe ‘Omar’ Trousier (mantan pelatih Jepang).
Hidup di tengah glamornya industri sepakbola, banyak pebola muslim di Eropa yang tetap beribadah. Mereka juga hidup sesuai dengan ajaran Islam. Hal itu menjadi kunci rahasia kenapa jarang pesepakbola Muslim yang disorot kehidupan pribadinya bermasalah. Itu juga yang membuat permainan mereka cenderung stabil dan emosi di lapangan senantiasa terjaga.
Ternyata menarik juga kalo mencari tahu seputar kehidupan pebola Muslim di Eropa. Meski sangat sulit karena rata-rata mengaku bahwa agama adalah hal yang bersifat pribadi dan tidak ingin dipublikasi. Tapi setidaknya, mereka bisa menjadi contoh dan kebanggaan bagi ummat Islam. Juga menjadi andalan untuk menghapus stereotipe buruk barat tentang Islam.
Ada juga peraturan baru federasi sepak bola jerman tentang pemain muslim, berikut peraturan barunya:
Jika seorang pemain bola harus bertanding di bawah kontrak yang merupakan satu-satunya sumber penghasilannya, dan jika dia harus memainkan pertandingan tersebut
selama bulan Ramadan, serta jika berpuasa akan mempengaruhi kinerjanya dalam bermain bola, maka pemain bola muslim tersebut dapat membatalkan puasanya atau tidak berpuasa.
Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian mendukung fatwa tersebut. Pemain bola profesional Muslim wajib berpuasa di saat-saat ketika mereka tidak ada pertandingan, dan begitu seterusnya untuk menaati perintah Allah dan menghormati kehormatan bulan suci Ramadhan,” jelas sekretaris umum Dewan Pusat Muslim, Aiman Mazyek yang juga menambahkan bahwa menjaga tubuh tetap sehat, memainkan peran penting dalam Islam.

Jumat, 09 Maret 2012

PERNIKAHAN

Perlu diketahui, semoga ALLAH swt. merahmati anda. NIkah itu mempunyai banyak kelebihan, faedah dan manfaat baik duniawi maupun ukhrawi. Anjuran tentang perkawinan ini telah banyak disebutkan di dalam Alqur'an dan hadist.

Allah swt berfirman ;" Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat ". ( S.An-Nisa', 4:3)

Firman-Nya lagi :" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak(berkawin)dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mreka miskin, Allah akan memampukan mereka dgkurnia-Nya. dan ALLAH Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui ". (S.An-Nur, 24:32)

Rosulullah saw. bersabda :" Wahai sekalian pemuda! Barangsiapa mampu mendirikan rumah tangga, hendaklah ia kawin, karena yg demikian itu lebih menjamin untuk menutup pandangan mata dan lebih selamat untuk menjaga kemaluan. dan barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu bisa mengendalikan syahwatnya ".

Dalam hadist yang lain Rosulullah bersabda, " Barangsiapa ingin menemui ALLAH maka hendaklah ia kawin dengan wanita-wanita merdeka ". Hadist yang lain lagi mengatakan, " Empat perkara menjadi sunnah para Rasul yaitu : Malu, memakai wangi-wangian, bersiwak (menggosok gigi) dan kawin ".

Rosulullah saw. bersabda :" Perbanyaklah berkawin agar bilanganmu bertambah, maka Aku bangga dengan bilanganmu yang banyak sebagai umat-Ku di hari kiamat ".

Sabda-Nya lagi :" Apabila seorang hamba berkawin maka sempurnalah separuh agamanya. Kini hendaklah ia berftaqwakepada ALLAH pada separuh sisanya ".

Ibnu Abbas ra. telah berkata, " tidak akan menghalangi seseorang untuk berkawin, kecuali lemah syahwat ataupun sifat durjana ".Saya berpendapat , bahwa kawin akan mengurangi was-was syetan dari dalam dada terhadap nafsu atas perempuan. Pengaruh was-was ini amat besar, sehingga sering menghambat seseorang yg sedang berdiri shalat menghadap Tuhan-Nya, atau ketika sedang membaca Kitabullah, ataupun ketika asyik berdzikir, maka jadilah ia sebagai orang yang tidak beradab kepada Tuhan-Nya.Kawin itu akan mengekang mata dari melihat sesuatu yang haram dan memelihata kemaluan dari melakukan hal-hal yang terlarang. Dalam hal ini, terdapat banyak riwayat yang menunjukkan kelebihan berkawin. Kesemuanya itu di petik dari Alqur'anul-karim dan hadist Nabi saw. yang telah diketahui secaraluas, khususnya oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan.

ALLah swt. berfirman :" Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, " hendaklah mereka menahan kemaluannya, yangdemikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat ". ( S.An-Nur, 24 : 30 )

Rosulullah saw. bersabda : " Pandangan mata adalah anak panah beracun dari panah-panah iblis ".Sesudah kawin, orang yang sabar dapat mempergauli istrinya dengan baik, memenuhi hak & kewajiban terhadap istri, dan mengeluarkan nafkah atas istri dan anak-anaknya, niscaya akan beroleh pahala yang besar. Diantara penyebabnya ialah, pahala mendapat anak-anak saleh yang menyembah Allah swt. mendo'akan kedua ibu bapak mereka dan memohonkan ampunan bagi keduanya, baik semasa hidup keduanya maupun sesudah mati. Apabila ana-anak itu mati sebelum mencapai usia baligh, maka kedua ibu bapaknya akan memperoleh pahala dan balasan yang besar, disebabkan kesabaran atas bencana yg menimpa mereka.Kemudian, dalam memelihara anak-anak dan mengurusi kebutuhan hidup mereka khususnya anak-anak perempuan akan mendatangkan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar.

Nabi saw. bersabda :" Uang yang kau belanjakan di jalan ALLAH, uang yang kau belanjakan untuk memerdekakan seoranghamba, uang yang kau sedekahkan kepada seorang fakir miskin, dan uang yang kau nafkahkan kepadaanak istrimu,maka yang paling besar pahalanya adalah uang yang kau belanjakan kepada anak istrimu"

demikian sekelumit tentang pernikahan, semoga bisa menjadi manfaat bagi saudara-saudara saya. terutama bagi diri saya pribadi. trima kasih.

Minggu, 19 Februari 2012

LOLODA, NGARA MA BENO

Sejarah sosial di Maluku dimasa lampau tidak dapat dipisahkan dengan gerak perdagangan internasional, dimana rempah Cengkih merupakan salah satu komoditi utama yang menggerakan perdagangan antara dunia barat dan timur. Rempah cengkeh dan pala yang dihasilkan oleh Maluku-lah yang membawa kepulauan Nusantara berinteraksi secara penuh ke dalam jaringan perniagaan dunia selama berabad-abad. Kepulauan Maluku, yang terdiri dari pulau-pulau utama - yang berfungsi i sebagai produsen rempah Cengkeh dan Pala dikala itu – sebagaimana tercatat dalam sejarah adalah : Ternate, Tidore, Moti, Makian, Bacan dan Halmahera, keberadan pulau-pulau ini semakin penting sejak ditemukannya jalan ke Maluku oleh bangsa Cina, Arab, Persia dan kemudian oleh bangsa Barat, maka lahirlah bentuk organisasi politik di Maluku yang mengatur jalinan kekuasaan berupa Kerajaan, yang sekaligus juga untuk meresponi masuknya Maluku dalam jaringan perniagaan dunia.
Salah satu kekuatan ini adalah kerajaan Loloda di pulau Halmahera, disamping kerajaan Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan. PUTRA NAGA Kerajaan Loloda yang berada didaratan pulau Halmahera ini, tidak diketahui sejak kapan mulai muncul dalam panggung sejarah. Dalam catatan Historiografi kuno, seperti yang dicatat oleh bangsa Portugis di tahun 1544. Dalam catatan ini kita mendapatkan cerita tentang asal-usul raja-raja di Maluku yang berasal dari Empat Telur Naga yang ditemukan oleh seseorang yang bernama Bikucigara (Biksu Sigara ?) di bawah rimbunan pohonan bambu. Kemudian telur naga tersebut di bawah pulang, dan dari telur itu, lahirlah Tiga anak laki-laki dan seorang perempuan.
Dijelaskan lebih lanjut dalam catatan itu, bahwa ke-empat anak itu :
  • Tertua menjadi raja di Bacan;
  • Kedua menjadi raja di Papua;
  • Ketiga menjadi raja di Buton-Banggai, dan:
  • Keempat, anak perempuan kawin dengan raja Loloda.
Dalam versi berbeda, seperti yang dicatat oleh Coolhaas, dalam kroniek van Het Rijk Batjan, dikisahkan bahwa Sultan Bacan yang pertama, Said Muhammad Baqir bin Jafa’ar Shadiq yang bergelar Sri Maha Radja Yang Bertahta di Bukit Sigarah, dari perkawinannya dengan Boki Topowo dari Galela, mendapatkan Tujuh putra-putri. Disebutkan bahwa putra yang bungsu, Kaicil Komalo Bessy Suatu ketika terjadi banjir besar, semua anak raja hanyut dibawa air bah, salah satunya adalah Kaicil Komalo Bessy, putra bungsu terdampar di sebelah Utara dan kemudian menjadi raja di Loloda (Halmahera).
Keberadaan Loloda dalam sejarah kekuasaan politik di Maluku jelas sudah merupakan suatu keniscayaan. Dari sejumlah sumber yang ada, dimana secara tersirat menunjukan kedudukan Loloda yang sangat penting dalam suatu periode sejarah masa lampau di Maluku. Dari kedua versi diatas, bila kita membandingkannya, maka akan menghasilkan beberapa kesimpulan yang menarik.
Pertama, dari cerita diatas, Ternate, Tidore dan Jailolo belum disebut namanya. Kenyataan ini menyiratkan tentang kedudukan yang lebih utama Loloda, dari kawasan lain di Halmahera Utara. Kedua, suatu penekanan pada aspek lain, yaitu tentang hubungan elemen-elemen Loloda yang Non-Austronesian dengan Bacan yang Austronesian.
Pada kedua sumber informasi diatas, kita menemukan suatu perbedaan yang tajam dalam melihat hubungan Loloda dan Bacan. Pada Catatan pertama, hubungan antara Bacan (sebagai Kekuatan Maritim tertua di Maluku) dengan Loloda melalui saudara perempuan sedangkan pada catatan berikutnya, hubungan ini dikukuhkan melalui garis laki-laki. Ketiga, Fakta diatas ini memperlihatkan betapa pentingnya Loloda, dimana Bacan sebagai salah satu kekuatan maritm yang bertumpu pada perdagangan rempah tertua itu masih memerlukan suatu ikatan politis dengan kawasan Loloda yang nota bene sangat berbeda dalam pengelompokan bahasa – namun lewat mitos ini Bacan diterima secara penuh dalam bingkai Moloku Kie Romtoha.
NGARA MA BENO Setelah Islam menjejaki kakinya di jazirah Moro-Tia dan Moro-Tai, konstelasi politik-pun berubah, baik itu pola maupun struktur kekuasaannya pun ikut bergeser - mengikuti kecenderungan baru ini. Loloda sebagai salah satu kekuatan lama terdesak oleh Jailolo si pendatang baru yang giat melaksanakan Islamisasi. Kekuatan baru ini, bersama Ternate terus mengancam posisi Loloda di Halmahera yang selama ini Loloda berfungsi sebagai salah satu dari ke-Lima Momole yang paling berpengaruh di Maluku. Adapun kedudukan Loloda adalah sebagai Ngara Ma Beno atau Penguasa Pintu Gerbang dalam konsepsi kekuasaan tradisional Sejak kedatangan bangsa barat ke Maluku abad ke-16, berbagai data dan informasi tentang keadaan Maluku, bahwa setibanya Portugis di Ternate tahun 1512, Ternate bersama Tidore telah mengukuhkan supremasi kekuasaan yang meliputi wilayah yang sangat luas, yakni terbentang antara Irian dan Sulawesi. Sedangkan keterangan tentang Loloda sangatlah sedikit yang diketahui, secara tersamar diberitakan bahwa kerajaan Loloda telah memindahkan eksistensinya ke alam gaib! yang dikemudian hari dikenal dengan nama MORO!!! Adapun wilayahnya yang luas meliputi sebagian daratan pulau Halmahera itu direbut oleh Jailolo – yang sudah menggantikan kedudukan Loloda di daratan Halmahera yang luas itu.
Dari sumber-sumber lokal didapatkan cerita tentang keberadaan Loloda, dimana disebutkan bahwa asal mula Loloda itu berasal dari suatu kerajaan tua yang pernah berkuasa di Galela. Konon, kemudian di tahun 1322, setelah gunung berapi di Galela meletus dan mengancam kehidupan disana, maka, pusat kerajaan itu dipindahkan ke Loloda. Kepindahan ini terjadi pada masa Kolano Bakun Malamo, penguasa Galela terakhir.
Keterkaitan antara Loloda dengan kekuasaan lain di Sulawesi, dapatlah dilacak dari sejarah raja-raja Bolaang Mongondow. Kajian sejarah yang ditulis oleh W. Dunnebier, menjelaskan bahwa asal-usul kerajaan Bolaang Mongondow berpangkal pada seorang tokoh legendaris yang hidup di abad ke XIV bernama Loloda Mokoagow – tokoh ini diduga merupakan anak dari raja Loloda yang melarikan diri ke Sula Wessy karena negerinya diserang oleh Kumalo Poeloe, penguasa Ternate. Peristiwa ini terjadi diperkirakan pada tahun 1380. Setibanya anak raja Loloda ini - di suatu tempat yang dikenal dengan nama kuno : Maadon ( Kema, Sulawesi Utara ). Dari tokoh ini-lah merupakan cikal-bakal yang menurunkan raja-raja Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara.
Secara Linguistik, Loloda dalam bahasa Ternate itu berarti : Tempat Orang Pindahan. Bila kita meneliti lebih jauh dari kata ini, Loloda berasal dari kata Lodaka yang bermakna : “Orang Pindahan” Dengan demikian, dapatlah disimpulkan (kata) Loloda itu mengandung suatu makna yang secara tepat menggambarkan suatu peristiwa alam yang berkaitan dengan bencana alam yang dahsyat di masa lampau sehingga terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran di waktu itu.

Tokyo Kecil di Jazirah Halmahera Utara

KAO menyimpan bukti sejarah PD-II. Tempat ini pernah menjadi markas besar tentara Jepang sejak 1942 - 1945. Saat itu tentara jepang dibagi dalam dua pasukan yaitu 42.000 tentara bermarkas di Kao dan 20.000 tentara lainnya bermarkas di Teluk dalam (Kao Teluk). Karena banyaknya tentara Jepang yang mendarat dan bermukim di Kao maka daerah itu dijuluki The Little Tokyo (Tokyo Kecil) atau Tokyo kedua.
Di tempat ini pada masa perang dunia ke-II, kurang lebih 300 ahli bom bermarkas. Pemandangan sepanjang ruas jalan diluar daerah Kao terdapat lebih dari 60 meriam anti pesawat terbang dan mobil-mobil. Saksi sejarah, yang juga ketua adat setempat, mengisahkan peristiwa perang pada waktu itu, dimana banyak pesawat tempur Amerika yang ditembak jatuh. Lebih dari 100 budak wanita asal Hongkong, Singapura, China, Jawa dan Manado ditempatkan pada barak-barak tempat hiburan.
Setelah perang usai dengan kejatuhan kota Hiroshima dan Nagasaki, suplay bahan makanan untuk tentara jepang terhenti. Persedian makanan mereka menipis hingga akhirnya habis. Hal ini menimbulkan bencana bagi masyarakat pribumi, karena Tentara jepang beralih mengkonsumsi makanan masyarakat setempat, sehingga mengakibatkan ratusan masyarakat mati kelaparan.
Kini saksi bisu sejarah peninggalan Jepang dapat kita temui di Kao. Ada yang sudah dipugar, diantaranya 4 buah meriam anti pesawat terbang yang masih berdiri kokoh mengahadap ke udara, walau kondisinya sudah mulai karatan. Meriam tersebut pada masanya digunakan untuk melindungi lapangan udara di bagian timur laut.
Sampai saat ini, lapangan terbang yang memiliki banyak landasan pacu ini masih digunakan. Tahun 1986 lokasi ini direnovasi dan kemudian diberi nama "Kuabang". Nama ini diambil dari nama seorang pahlawan lokal bernama Kuabang.
Lapangan terbang Kuabang Kao saat ini melayani penerbangan komersial Kao-Ternate, Kao-Manado dengan pesawat jenis Cassa dan Twin Otter.

Sabtu, 18 Februari 2012

LEGENDATELAGA BIRU GALELA, HALMAHERA UTARA

Dibelahan bumi Halmahera Utara, Maluku Utara, tepatnya di wilayah Galela dusun Lisawa, di tengah ketenangan hidup dan jumlah penduduk yang masih jarang (hanya terdiri dari beberapa rumah atau dadaru), penduduk Lisawa tersentak gempar dengan ditemukannya air yang tiba-tiba keluar dari antara bebatuan hasil pembekuan lahar panas. Air yang tergenang itu kemudian membentuk sebuah telaga.Airnya bening kebiruan dan berada di bawah rimbunnya pohon beringin. Kejadian ini membuat bingung penduduk. Mereka bertanya-tanya dari manakah asal air itu? Apakah ini berkat ataukah pertanda bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Apa gerangan yang membuat fenomena ini terjadi?

Berita tentang terbentuknya telaga pun tersiar dengan cepat. Apalagi di daerah itu tergolong sulit air. Berbagai cara dilakukan untuk mengungkap rasa penasaran penduduk. Upacara adat digelar untuk menguak misteri timbulnya telaga kecil itu. Penelusuran lewat ritual adat berupa pemanggilan terhadap roh-roh leluhur sampai kepada penyembahan Jou Giki Moi atau Jou maduhutu (Allah yang Esa atau Allah Sang Pencipta) pun dilakukan.

Acara ritual adat menghasilkan jawaban “Timbul dari Sininga irogi de itepi Sidago kongo dalulu de i uhi imadadi ake majobubu” (Timbul dari akibat patah hati yang remuk-redam, meneteskan air mata, mengalir dan mengalir menjadi sumber mata air).

Dolodolo (kentongan) pun dibunyikan sebagai isyarat agar semua penduduk dusun Lisawa berkumpul. Mereka bergegas untuk datang dan mendengarkan hasil temuan yang akan disampaikan oleh sang Tetua adat. Suasana pun berubah menjadi hening. Hanya bunyi desiran angin dan desahan nafas penduduk yang terdengar.
Tetua adat dengan penuh wibawa bertanya “Di antara kalian siapa yang tidak hadir namun juga tidak berada di rumah”. Para penduduk mulai saling memandang. Masing-masing sibuk menghitung jumlah anggota keluarganya. 

Dari jumlah yang tidak banyak itu mudah diketahui bahwa ada dua keluarga yang kehilangan anggotanya. Karena enggan menyebutkan nama kedua anak itu, mereka hanya menyapa dengan panggilan umum orang Galela yakni Majojaru (nona) dan Magohiduuru (nyong). Sepintas kemudian, mereka bercerita perihal kedua anak itu.
Majojaru sudah dua hari pergi dari rumah dan belum juga pulang. Sanak saudara dan sahabat sudah dihubungi namun belum juga ada kabar beritanya. Dapat dikatakan bahwa kepergian Majojaru masih misteri. Kabar dari orang tua Magohiduuru mengatakan bahwa anak mereka sudah enam bulan pergi merantau ke negeri orang namun belum juga ada berita kapan akan kembali.

Majojaru dan Magohiduuru adalah sepasang kekasih. Di saat Magohiduuru pamit untuk pergi merantau, keduanya sudah berjanji untuk tetap sehidup-semati. Sejatinya, walau musim berganti, bulan dan tahun berlalu tapi hubungan dan cinta kasih mereka akan sekali untuk selamanya. Jika tidak lebih baik mati dari pada hidup menanggung dusta.

Enam bulan sejak kepergian Magohiduuru, Majojaru tetap setia menanti. Namun, badai rupanya menghempaskan bahtera cinta yang tengah berlabuh di pantai yang tak bertepi itu.
Kabar tentang Magohiduuru akhirnya terdengar di dusun Lisawa. Bagaikan tersambar petir disiang bolong Majojaru terhempas dan jatuh terjerembab. Dirinya seolah tak percaya ketika mendengar bahwa Magohiduuru so balaeng deng nona laeng. Janji untuk sehidup-semati seolah menjadi bumerang kematian.

Dalam keadaan yang sangat tidak bergairah Majojaru mencoba mencari tempat berteduh sembari menenangkan hatinya. Ia pun duduk berteduh di bawah pohon Beringin sambil meratapi kisah cintanya.
Air mata yang tak terbendung bagaikan tanggul dan bendungan yang terlepas, airnya terus mengalir hingga menguak, tergenang dan menenggelamkan bebatuan tajam yang ada di bawah pohon beringin itu. Majojaru akhirnya tenggelam oleh air matanya sendiri.

Telaga kecil pun terbentuk. Airnya sebening air mata dan warnanya sebiru pupil mata nona endo Lisawa. Penduduk dusun Lisawa pun berkabung. Mereka berjanji akan menjaga dan memelihara telaga yang mereka namakan Telaga Biru.

Telaga biru kala itu selalu tampak bersih. Airnya sejernih kristal berwarna kebiruan. Setiap dedaunan yang jatuh di atasnya tidak akan tenggelam karena seolah terhisap untuk dibersihkan oleh bebatuan yang ada di tepian telaga.

Sampai saat ini mitos asal-mula telaga Biru masih terus terjaga di masyarakat. Pasangan muda-mudi dari Galela dan Tobelo ada yang datang ke telaga ini untuk saling mengikat janji. Sebagai tanda ikatan mereka akan mengambil air dengan daun Cingacinga dan lalu meminumnya bersama. Air yang masih tersisa biasanya akan dipakai untuk membasuh kaki dan wajah. Maknanya adalah supaya jangan ada lagi air mata yang mengalir dari setiap ikatan janji dan hubungan.

Penduduk dusun Lisawa mula-mula kini telah tiada dan hanya menyisakan telaga Biru. Sayang kondisi telaga Biru saat ini kian merana akibat ditebangnya pepohonan di sekitar telaga. Hal ini semakin diperparah dengan hilangnya bebatuan di sekitar telaga yang telah berganti dengan tanggul beton. Masyarakat sekitar juga memanfaatkan telaga ini sebagai tempat MCK sehingga banyak sampah plastik yang kini sangat merusak pemandangan. Belum lagi batang-batang pohon yang sengaja ditebang tidak pernah diangkat tetapi dibiarkan membusuk didalam air telaga.

Telaga Biru kini kembali menangis dan bertanya adakah orang yang dapat bertahan jika di dalam matanya kemasukan butiran pasir atau terkena pedihnya air sabun. Jika masih ada maka jangan wariskan derita ini pada anak cucumu. Ingat dan camkan bahwa negeri ini adalah pinjaman dari anak cucu kita!

Sabtu, 21 Januari 2012

Captain Jack Sparrow yang asli adalah seorang muslim

Posted Image

Captain Jack Sparrow, siapa tak kenal dirinya? Tingkah bajak laut kocak, cuek, dan gegabah yang muncul dalam tetralogi “Pirates of the Carribean” ini menarik minat banyak orang. Namun sedikit yang tahu jika Jack Sparrow adalah seorang muslim bernama Yusuf Rais!

Di Wikipedia Indonesia bahasa Indonesia, tokoh Jack Sparrow ditulis sebagai bajak laut “fiksi”. Identitas Jack Sparrow terungkap dalam film terbaru “Pirates of the Carribean: Stranger Tides” yang tayang beberapa pekan terakhir. Mari lihat poster film ini.

Posted Image

Poster memperlihatkan keping aksesoris yang menggantung memiliki simbol bulan-bintang yang tak lain adalah simbol Islam yang dipopulerkan Kesultanan Turki Ottoman. Ini tidak kebetulan. John Ward alias Birdy alias Jack Ward adalah bajak laut kenamaan asal Inggris, hidup pada tahun 1553-1622. Seorang pelaut Inggris mendeskripsikan ciri-ciri fisik Jack sebagai bertubuh pendek dengan rambut tipis agak putih dan botak di bagian depan; wajah agak hitam dan berjanggut. Ia irit bicara dan acap mengutuk. Sering mabuk dari pagi hingga malam. Kelakuannya tidak mengenakkan. Bodoh dan idiot dalam berniaga.

Ia menjadi bajak laut sekitar tahun 1603. Ketika itu, bersama 30 orang rekannya, Jack merampas kapal layar ukuran kecil berbobot 25 ton dari Pelabuhan Portsmouth. Rekan-rekan kemudian mendaulat Jack sebagai kapten kapal. Proses mendaulat kapten ini tercatat sebagai sejarah pertama pembajak memilih sendiri pemimpinnya.

Berbekal sebuah kapal layar kecil, Jack menangkap kapal layar bernama “Violet” saat bergerak ke Isle of Wight. Dengan armada lebih besar, ia terus melakukan aksi pembajakannya sampai menangkap lagi kapal berbendera Perancis berukuran besar.

Armada Jack melanjutkan perjalanan menuju Laut Tengah yang berada di antara Eropa dan Afrika. Di sana mereka merampas kapal perang yang kemudian dinamai “The Gift”. Dengan kapal perang ini, Jack dan anak buahnya menyerang pedagang yang melintasi Laut Tengah selama dua tahun berikutnya.

Tahun 1605, The Gift merapat di Sale, Maroko. Dua orang pelaut, masing-masing, asal Inggris dan Belanda bergabung dengan komplotan Jack. Setahun kemudian Jack membuat perjanjian dengan Sultan Tunisia, Usman Dei, untuk menjadikan kota Tunis sebagai markas. Dari sini kegiatan pembajakan Jack semakin mencorong.

Sebuah kapal tua berbobot 60 ton bernama “Reniera e Soderina” berhasil dirampas Jack. Kapal ini kemudian karam saat berlayar di sekitar Yunani, menewaskan 400 awak di mana 250 orang di antaranya adalah muslim dan 150 lainnya adalah orang Inggris. Kematian ratusan muslim ini membuat rakyat Tunisia murka kepada Jack. Upaya Jack mendapatkan pengampunan dari Raja James I asal Inggris kandas. Namun Sultan Tunisia menepati janji dengan memberikan perlindungan buat Jack.

Kemurahhatian Sultan membuat Jack terpanggil menjadi orang Tunisia (ketika itu Tunisia di bawah kekuasaan Turki Ottoman). Jack lantas berganti nama menjadi Yusuf Rais, menikahi perempuan Italia sembari terus mengirim uang kepada istri tuanya di Inggris. Kisah pindah kewarganegaraan ini menginspirasi Robert Daborne dan menulis naskah berjudul “A Christian Turn’d Turk” pada tahun 1622.

Beberapa tahun selanjutnya, Jack meneruskan kegiatan pembajakan hingga mencapai kemakmuran. Sebelum pensiun dan menghabiskan usianya dengan hidup bahagia di Tunis, namanya harum karena menyelamatkan ribuan muslim dan yahudi Spanyol dalam sebuah pelayaran.

Tahun 1622, saat berusia 70 tahun, ia meninggal akibat wabah. Beberapa waktu menjelang kematian, ia beralih menjadi muslim.

Atas alasan sejarah itulah, pembuat film “Pirates of the Carribean: Stranger Tides” menyisakan sedikit ikon muslim pada diri Jack Sparrow alias Yusuf Rais. Jack memakai aksesoris dengan simbol bulan-bintang, sorban merah (tren pakaian muslim masa lalu), dan janggut. Tingkah slenge’an Yusuf Rais juga ditiru habis-habisan oleh Johny Depp saat berperan sebagai Jack Sparrow.

Posted Image

John Ward or Birdy (c. 1553 – 1622), also known as Jack Ward and under his Muslim name Yusuf Reis, was a notorious English pirate around the turn of the 17th century who later became a Barbary Corsair operating out of Tunis during the early 17th century.......Before dying of the plague in 1622, Jack Ward (like many other Christians who sailed North Africa[citation needed]) abandoned his religion and adopted the Muslim religion of the Ottoman Empire.
http://en.wikipedia.org/wiki/Jack_ward

Sumber : The legend of captain jack : from birdy to sparrow

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)