Minggu, 19 Februari 2012

Tokyo Kecil di Jazirah Halmahera Utara

KAO menyimpan bukti sejarah PD-II. Tempat ini pernah menjadi markas besar tentara Jepang sejak 1942 - 1945. Saat itu tentara jepang dibagi dalam dua pasukan yaitu 42.000 tentara bermarkas di Kao dan 20.000 tentara lainnya bermarkas di Teluk dalam (Kao Teluk). Karena banyaknya tentara Jepang yang mendarat dan bermukim di Kao maka daerah itu dijuluki The Little Tokyo (Tokyo Kecil) atau Tokyo kedua.
Di tempat ini pada masa perang dunia ke-II, kurang lebih 300 ahli bom bermarkas. Pemandangan sepanjang ruas jalan diluar daerah Kao terdapat lebih dari 60 meriam anti pesawat terbang dan mobil-mobil. Saksi sejarah, yang juga ketua adat setempat, mengisahkan peristiwa perang pada waktu itu, dimana banyak pesawat tempur Amerika yang ditembak jatuh. Lebih dari 100 budak wanita asal Hongkong, Singapura, China, Jawa dan Manado ditempatkan pada barak-barak tempat hiburan.
Setelah perang usai dengan kejatuhan kota Hiroshima dan Nagasaki, suplay bahan makanan untuk tentara jepang terhenti. Persedian makanan mereka menipis hingga akhirnya habis. Hal ini menimbulkan bencana bagi masyarakat pribumi, karena Tentara jepang beralih mengkonsumsi makanan masyarakat setempat, sehingga mengakibatkan ratusan masyarakat mati kelaparan.
Kini saksi bisu sejarah peninggalan Jepang dapat kita temui di Kao. Ada yang sudah dipugar, diantaranya 4 buah meriam anti pesawat terbang yang masih berdiri kokoh mengahadap ke udara, walau kondisinya sudah mulai karatan. Meriam tersebut pada masanya digunakan untuk melindungi lapangan udara di bagian timur laut.
Sampai saat ini, lapangan terbang yang memiliki banyak landasan pacu ini masih digunakan. Tahun 1986 lokasi ini direnovasi dan kemudian diberi nama "Kuabang". Nama ini diambil dari nama seorang pahlawan lokal bernama Kuabang.
Lapangan terbang Kuabang Kao saat ini melayani penerbangan komersial Kao-Ternate, Kao-Manado dengan pesawat jenis Cassa dan Twin Otter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)