Minggu, 01 April 2012

METODE ANALISIS KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Kuantitatif dan kualitatif
Penelitian Kuantitatif adalah suatu metode expremential satu test pada kondisi terkontrol yang dibuat untuk mempertunjukkan satu diketahui benar atau menguji kebenaran dari satu hipotesis (Daniel Muijl,2004). Diberi nama Kuantatatif karena kaulitas di skor ke dalam angka kuantitas dalam pengumpulan dan analisis datanya (Purwanto,2007).
Penelitian Kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistic (Strauss dan Corbin 2003). Dengan tujuan untuk mendapatkan makna dan pemahaman, penjelasan mengenai hubungan gejala, tapi lebih dari itu menjelaskan alasan-alasan adanya hubungannya (Purwanto,2007).
PARADIGMA KUANTITATIF
Paradigma, positivis, eksperimental, empiris
Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.
Realitas bersifat obyektif dan berdimensi tunggal
Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti
Bebas nilai dan tidak bias
Pendekatan deduktif
Pengujian teori dan analisis kuantitatif
PARADIGMA KUALITATIF
Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif postmodern.
Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas
Realitas bersifat subyektif dan berdimensi banyak
Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti
Tidak bebas nilai dan bias
Pendekatan induktif
Penyusunan teori dengan analisis kualitatif

Paradigma positivistik:
  • Studi cross sectional
  • Studi kasus menekankan pada analisis kontekstual kejadian-kejadian atau kondisi
  • Survei
  • Content analysis
  • Hasil akhir merupakan angka-angka
Paradigma Rasionalistik:
  • Berfikir rasionalistik
  • Konseptual teoritik
  • Perlunya Grand Conteks.
  • Menarik kesimpulan dan pemaknaan.
Paradigma phenomenologi
o Grounded research
o Ethnographik/ ethnometodologi.
o Naturalistikn
o Interaksi simbolik
Paradigma kuantitatif dengan kualitatif
Paradigma Kualitatif
Paradigma Kuantitatif
Metoda kualitatif
Metoda kuantitatif
Memahami perilaku manusia dari sudut pandang si aktor
Mencari fakta atau penyebab fenomena sosial secara obyektif
Pendekatan fenomenologi
Pendekatan logical-positivism
Uncontrolled, naturalistic observational measurement
Obtrusive, controlled measurement
Subyektif, insider perspective, tidak menjaga jarak dengan data
Obyektif, outsider perspective, menjaga jarak dengan data
Grounded, discovery oriented, exploratory, expansionist, descriptive, inductive
Ungrounded, verification oriented, confirmatory, reductionist, inferential, hypothetico-deductive
Orientasi proses
Orientasi hasil
Validitas sangat penting, nyata, kaya, dan mendalam
Reliabilitas sangat penting, hard data, data mudah direplikasi
Holistik, sintesa
Partikularistik, analisis
Riset Kualitatif dan kuantitatif
Riset Kualitatif
Riset Kuantitatif
Mengungkap makna ketika peneliti menyatu dengan data
Menguji hipotesis yang mengawali proses penelitian
Konsep berupa tema, gambaran, dan taksonomi (klasifikasi/kategorisasi)
Konsep berupa variabel-variabel yang unik
Instrumen dikembangkan secara ad hoc, spesifik pada setting dan peneliti
Instrumen dikembangkan secara sistematik dan terstandar sebelum pengumpulan data
Data dalam bentuk kata-kata atau kesan yang bersumber dari dokumen, observasi, dan transkrip
Data dalam bentuk angka dari pengukuran dengan presisi tinggi
Teori dapat bersifat kausal atau nonkausal dan induktif
Teori pada umumnya bersifat kausal dan deduktif
Prosedur riset sangat khas dan replikasi sangat jarang dilakukan
Prosedur riset terstandar dan replikasi perlu dilakukan
Analisis dilakukan untuk mengekstraksi tema dari temuan-temuan riset
Analisis menggunakan statistik, tabel, atau diagram dan dikaitkan dengan hipotesis
Kriteria bagi Terwujudnya Scientific Knowledge
Riset Kualitatif
Riset Kuantitatif
Credibility: konstruksi realitas yang memenuhi syarat dan dapat dipercaya
Validitas Internal
Transferability: dapat diterapkan pada konteks lain yang memiliki kesamaan
Validitas Eksternal
Dependability: stabilitas interpretasi
Reliabilitas
Confirmability: konstruksi interpretasi peneliti dapat ditelusuri kembali melalui catatan prosedur penelitian
Obyektifitas

Beberapa pengertian lainnya
  • DEDUKSI: berdasarkan pengalaman-pengalaman atau teori-teori atau dogma-dogma yang bersifat umum dilakukan dugaan-dugaan atau hipotesis
  • HIPOTESIS: adalah dugaan yang ditarik berdasarkan teori, dogma, atau pengalaman-pe galaman
  • VERIVIKASI: adalah proses pembuktian untuk hipotesis yang telah disusun melalui kegiatan
  • INDUKSI: hasil penelitian tersebut disusun ke dalam suatu teori yang umum.
  • Empirisisme: Observasi dan proposisi berdasar pada pengalaman dengan menggunakan metoda inductive logic, termasuk matematik dan statistik. Empirisis berusaha mendiskripsi, menjelaskan, dan memprediksi informasi faktual yang diperoleh melalui observasi
  • Rasionalisme: Sumber utama pengetahuan adalah penalaran (reasoning dan judgment). Pengetahuan dideduksi dari kebenaran dan hukum alam. Karena hukum alam mengatur semesta secara logik.
Sumber: Muhadjir Noeng, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Rakesarasin Yogyakrta ; 1996
Maya Sari Dewi, Workhsop Metode Ilmiah dan Metodologi Penelitian
Bidang Bisnis, Banjarmasin, 2007
Purwanto, Metodelogi Penelitian Kuantitatif; Pustaka Pelajar Yogyakarta ; 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)