Jumat, 26 Oktober 2012

TEORI DASAR LOKASI Dalam Ilmu Planologi


Pada dasarnya, lokasi industri merupakan salah satu yang berkenaan tentang bagaimana caranya menilai atau mengkaji suatu kegiatan industri yang akan ditempatkan, apakah letak industri dari suatu kegiatan industri tertentu sudah tepat atau belum. Sebab, jika lokasi suatu industri tidak diperhitungkan dengan benar berdasarkan faktor – faktor tertentu, maka kegiatan industri tersbut akan berdampak negatif pada kemajuan industri tersebut.
Dalam hal menentukan lokasi industri, banyak teori – teori yang telah dipaparkan oleh para ahli, diantaranya ada Teori Weber yang memaparkan persepsinya tentang bagaimana meletakan suatu lokasi industri dengan biaya terendah tetapi dapat mencapai keuntungan maksimum. Ada Teori Losch yang justru memaparkan persepsinya tentang bagaimana meletakkan suatu lokasi industri berdasarkan jumlah permintaan dan bagaimana caranya mendapatkan keuntungan maksimum.
Namun secara garis besar, terdapat faktor – faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan lokasi industri, yaitu:
1.    Keberadaan bahan baku atau bahan mentah
2.    Pemasaran
3.    Sarana
4.    Transportasi
5.    Sumber air bersih atau penyediaan air bersih
Syafrizal (2008) dalam bukunya Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi  memaparkan tentang formulasi pemilihan lokasi dilakukan dengan meninjau faktor-faktor utama yang mempengaruhinya lokasi kegiatan ekonomi, dalam hal ini mengarah ke kegiatan industri. Faktor-faktor tersebut adalah:
1.   Ongkos Angkut
Biaya transportasi perlu dipikirkan karena merupakan faktor terpenting dalam pendistribusian bahan baku ke pabrik dan hasil produksi ke pasar. Dengan meminimalkan ongkos angkut ini diharapkan dapat memaksimalkan keuntungan.
2.   UMR (Upah Minimum Regional)
UMR adalah besaran rata-rata upah tenaga kerja di tiap wilayah. Investor tentu akan lebih memiliki daerah dengan UMR terendah.
3.   Keuntungan Aglomerasi
Merupakan keuntungan yang dapat diraih bila dilakukan pengelompokan industri yang terkait.
4.   Konsentrasi Permintaan
Bila suatu lokasi industri berada di dekat daerah yang memiliki konsentrasi permintaan yang besar maka keuntungan yang dapat diraih akan maksimum.
5.   Kompetisi
Faktor kompetisi akan belaku apabila terjadi hukum pasar persaingan sempurna yaitu dalam kondisi persaingan yang tajam.
6.   Harga dan Sewa Tana
Pemilihan lokasi industri berdasarkan harga sewa tanah terendah untuk meminimalkan biaya produksi.
Dalam pemilihan lokasi industri terdapat 2 cara analisis yang dapat digunakan yaitu:
1.   Plant Analysis
Yaitu evaluasi terhadap faktor-faktor lokasi( apa yang paling berpengaruh dan apa yang tidak berpengaruh), penentuan keputusan lokasi, analisis wilayah pasar dan kemampuan daya saing industri dan kompetitor lain, dan penentuan alternatif lokasi. Yang digunakan dalam plant analysis ini diantaranya adalah analisis logistic(titik produksi & pergudangan,rencana ekspansi jangka panjang,modus transpor yang sesuai dengan permintaan),analisis produksi(karakteristik umum proses produksi,kebutuhan bahan baku, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan listrik dan utilitas lain), analisis pasar(bagaimana segmentasi pasar, analisis persaingan), preferensi terhadap aspek manajerial tertentu, spesifikasi untuk pengembangan pabrik baru ,analisis biaya untuk pabrik yang sekarang ada
2.    Field Analysis
Yaitu mengurangi atau menyeleksi beberapa aspek yang ada pada beberapa lokasi yang potensial untuk dipilih, menggunakan evaluasi kewilayahan, komunitas dan tapak. Analisis wilayah yaitu lokasi-lokasi yang memberikan tawaran biaya transpor rendah,seleksi wilayah-wilayah potensial, analisis beberapa faktor yang variabel (kondisi politis, keamanan, insentif dan pajak, industri yang sudah ada, dll), pemilihan wilayah terseleksi. Analisis komunitas diantaranya deskripsi secara umum, pertumbuhan populasi, iklim industri yang ada, fasilitas pendukung. Analisis tapak (tanah, drainase, biaya pematangan lahan dan lain-lain). Seleksi lokasi akhir (proposal biaya, perbandingan dengan lokasi sekarang, penentuan akhir).
Sumber:
Syafrizal. 2008. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Padang: Baduse.
Anonymous, 2010. “Dasar – Dasar dan Analisis Teori Lokasi Industri.” dalam Cyber Semi
Harrington, J.W. dan Barney Warf. 1995. Industrial Location: Principles, Practice, and Policy. New York: Routledge.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)