Senin, 31 Desember 2012

Seorang Jesaya yang Kembali Mengangkat Nilai Budaya Tobelo

oleh: Fanny Kristiadhi - Maluku Utara
Sanggar Dabiloha

Foto Selengkapnya

Budaya merupakan hal yang tidak pernah lepas dari daerah propinsi maluku utara, daerah disini merupakan daerah yang benar-benar menghargai budaya dan tidak pernah lepas dengan budaya. salah satunya daerah tobelo kabupaten halmahera utara, salah satu kota kabupaten di maluku utara.

Awal mula disini budaya hanya dipandang sebelah mata, hanya 1 orang yang benar  benar masih menghargai budaya, masih mempunyai idealis untuk menjunjung tinggi budaya tobelo, dia adalah Yesaya banari. dia kini jadi budayawan terkenal di tobelo.

Awal mula sekitar abad 16,agama masuk ke daerah tobelo melalui jalur perdagangan laut dari bangsa arab dan bangsa portugis,melalui portugis juga selain masuk ke daerah halmahera utara selain memburuh rempah-rempah, cegkeh dan pala juga menjalankan misi agama kristen katolik setelah itu belanda juga selain berburu rempah-rempah juga dengan misi penyebaran agama kristen prostestan dan setelah itu agama islam melalui bangsa arab masuk melalui jalur perdagangan laut, yang disebut jalur sutera. masuknya agama di halmahera utara kususnya kota tobelo ini sedikit memberikan pengaruh negatif, pemahaman orang  yang baru memeluk agama sedikit menghilangkan budaya di tobelo, hal ini dikarenakan pemahaman mengenai agama masih kurang mendalam, hal ini tergambar ketika mereka saling memisahkan agama menjadi golongan yang berlainan antar kepercayaan namun hanya sedikit saja yang mempunyai pemahaman seperti ini.
tapi dengan pemahaman yang lebih mendalam maka budaya inilah yang kini menjadi pemersatu, budaya tidak mengenal perbedaan agama, dan budaya pula yg memberikan pemahaman orang-orang kini telah menjadi dewasa.

Yesaya benar-benar memulai karirnya dari 0, selain dengan idealisme dia yang tinggi dia juga memulai karirnya dengan membaca buku-buku mengenai daerah tobelo, dan sejarah-sejarah daerah maluku utara.

Pada tahun 2000 tobelo telah membuat gerakan kebudayaan sebagai modal sosial untuk mempersatukan kembali tali persaudaraan mereka yang sebelumnya telah ada namun belum terpublikasikan, hal ini terbukti dengan adanya rumah adat hibualamo, rumah adat ini berada di tengah kota tobelo rumah adat ini digunakan suku tobelo sebagai tempat berkumpul bersama, saling berbagi cerita dan sebagainya. selain itu juga bapak yesaya banari telah membuat gerakan kebudayaan dengan membuat kediamannya yang berada di tanjung pilawang rumah dengan konstruksi bangunannya persis rumah asli suku tobelo terdahulu dan diberi nama dabiloha yang artinya indah/bagus. selain itu bapak yesaya juga membina anak-anak di rumah dabiloha sebanyak 80 orang, anak-anak tersebut bukan hanya suku tobelo namun ada beberapa suku campuran lainnya misalnya jawa, bugis yang senang dengan suku tobelo dan mencintai adat tobelo.

Pak Yesaya mengumpulkan orang-orang pencinta budaya tersebut dalam sanggar yang dibuatnya, "gomi goraci" namanya, yang  berarti tali emas, sanggar ini dijadikan sebagai tempat latihan, tempat mencari ilmu mengenai kebudayaaan. Banyak prestasi yang sudah didapat, baik tingkat nasional ataupun daerah, di daerah, budaya tobelo menjadi juara umum pada prestasi tingkat provinsi, untuk tari daerah, musik daerah, seni dan budaya. Pada tingkat nasional pertama tahun 1999 menjadi juara pada kejuaraan nasional, pada tahun 2009 tampil di pasar seni di belanda, dan pada tahunn 2009 budaya tobelo ini melakukan pemecaham MURI 3000 penari dan musik yangere dan tarian cakalele.

Budaya yang terus dilestarikan oleh sanggar ini dengan masyarakat pencinta budaya lainnya adalah seperti pesta gomatere yaitu pesta setelah panen, O hoya tarian cakalele, kabata talaga lina yaitu upacara adat pengambilan ikan yang naik di laut, dan tokuwela yaitu tari semangat kebersamaan dengan penari saling berpegangan tangan dan orang naik diatasnya, ini menggambarkan kebersamaan orang-orang tobelo.

ya ini lah kisah dari seorang yesaya dengan dabilohanya yang berhasil membangkitkan kembali budaya adat tobelo sehingga sekarang adat tobelo, menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakatnya.

Sumber : Aku Cinta Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)