Minggu, 25 Maret 2012

keanekaragaman suku bangsa di indonesia

A. Keanekaragaman Suku Bangsa di Indonesia

Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa.
Adat istiadat, kesenian, kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda, namun selain perbedaan suku-suku itu juga memiliki persamaan antara lain hukum, hak milik tanah, persekutuan, dan kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan.
  1. Persebaran Daerah Asal Suku Bangsa di Indonesia
    Suku bangsa addalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Orang-orang yang tergolong dalam satu suku bangsa tertentu, pastilah mempunyai kesadaran dan identitas diri terhadap kebudayaan suku bangsanya, misalnya dalam penggunaan bahasa daerah serta mencintai kesenian dan adat istiadat.
    Suku-suku bangsa yang tersebar di Indonesia merupakan warisan sejarah bangsa, persebaran suku bangsa dipengaruhi oleh factor geografis, perdagangan laut, dan kedatangan para penjajah di Indonesia. perbedaan suku bangsa satu dengan suku bangsa yang lain di suatu daerah dapat terlihat dari ciri-ciri berikut ini.

  2. a. Tipe fisik, seperti warna kulit, rambut, dan lain-lain.
    b. Bahasa yang dipergunakan, misalnya Bahasa Batak, Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan lain-lain.
    c. Adat istiadat, misalnya pakaian adat, upacara perkawinan, dan upacara kematian.
    d. Kesenian daerah, misalnya Tari Janger, Tari Serimpi, Tari Cakalele, dan Tari Saudati.
    e. Kekerabatan, misalnya patrilineal(sistem keturunan menurut garis ayah) dan matrilineal(sistem keturunan menurut garis ibu).
    f. Batasan fisik lingkungan, misalnya Badui dalam dan Badui luar.
    Jumlah suku bangsa di Indonesia ratusan jumlahnya. Di bawah ini tabel persebaran suku bangsa.
No Nama Provinsi Suku

1. Nanggroe Aceh Darussalam : Aceh , Alas , Gayo , Kluet , Simelu , Singkil , Tamiang , Ulu .
2. Sumatera Utara : Karo , Nias , Simalungun , Mandailing , Dairi , Toba , Melayu , PakPak , maya-maya
3. Sumatera Barat : Minangkabau , Mentawai , Melayu , guci, jambak
4. Riau : Melayu , Siak , Rokan , Kampar , Kuantum Akit , Talang Manuk , Bonai , Sakai , Anak Dalam , Hutan , Laut .
5. Kepulauan Riau : Melayu, laut
6. Bangka Belitung : Melayu
7. Jambi : Batin , Kerinci , Penghulu , Pewdah , Melayu , Kubu , Bajau .
8. Sumatera Selatan : Palembang , Melayu , Ogan , Pasemah , Komering , Ranau Kisam , Kubu , Rawas , Rejang , Lematang , Koto, Agam
9. Bengkulu : Melayu , Rejang , Lebong , Enggano , Sekah , Serawai, Pekal, Kaur, Lembak
10. Lampung : Lampung , Melayu , Semendo , Pasemah , Rawas , Pubian, Sungkai, Sepucih
11. DKI Jakarta : Betawi
12. Banten : Banten
13. Jawa Barat : Sunda , Badui
14. Jawa Tengah : Jawa , Karimun , Samin, Kangean
15. D.I.Yogyakarta : Jawa
16. Jawa Timur : Jawa , Madura , Tengger, Asing
17. Bali : Bali , Jawa , Madura
18. NTB : Bali , Sasak , Bima , Sumbawa, Mbojo, Dompu, Tarlawi, Lombok
19. NTT : Alor , Solor , Rote , Sawu , Sumba , Flores , Belu, Bima
20. Kalimantan Barat : Melayu , Dayak(Iban Embaluh , Punan , Kayan , Kantuk , Embaloh , Bugan ,Bukat), Manyuke
21. Kalimantan Tengah : Melayu , Dayak(Medang , Basap , Tunjung , Bahau , Kenyah , Penihing , Benuaq) , Banjar , Kutai, Ngaju, Lawangan, Maayan, Murut, Kapuas
22. Kalimantan Timur : Melayu , Dayak(Bukupai , Lawangan , Dusun, Ngaju , Maayan)
23. Kalimantan Selatan : Melayu , Banjar , Dayak, Aba
24. Sulawesi Selatan : Bugis , Makasar , Toraja , Mandar
25. Sulawesi Tenggara : Muna , Buton ,Totaja , Tolaki , Kabaena , Moronehe , Kulisusu , Wolio
26. SulawesiTengah : Kaili , Tomini , Toli-Toli ,Buol , Kulawi , Balantak , Banggai ,Lore
27. Sulawesi Utara : Bolaang-Mongondow ,Minahasa , Sangir , Talaud , Siau , Bantik
28. Gorontalo : Gorontalo
29. Maluku : Ambon, Kei , Tanimbar , Seram , Saparua, Aru, Kisar
30. Maluku Utara : Ternate, Morotai, Sula, taliabu, Bacan, Galela
31. Papua Barat : Waigeo, Misool, Salawati, Bintuni, Bacanca
32. Papua Tengah : Yapen, Biak, Mamika, Numfoor
33. Papua Timur : Sentani, Asmat, Dani, Senggi
  1. Sikap Menghormati Keragaman Suku Bangsa

    Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Walaupun kita terdiri atas berbagai suku yang beranekaragam budaya daerah, namun kita tetap satu bangsa Indonesia, memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa Indonesia dan tanah air Indonesia. Begitu juga bendera kebangsaan merah putih sebagai lambang identitas bangsa dan kita bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara Pancasila.
    Kita sebagai bangsa Indonesia harus bersatu padu agar manjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Untuk dapat bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat menyeragamkan pandangan kita dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku bangsa Indonesia. Pedoman tersebut adalah Pancasila, kita harus dapat meningkatkan rasa persaudaraan dengan berbagai suku bangsa di Indonesia.
    Membiasakan bersahabat dan saling membantu dengan sesama warga yang ada di lingkungan kita, seperti gotong royong akan dapat memudahkan tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa. Bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan sehati dalam kekuatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah.
    Dalam mengembangkan sikap menghormati terhadap keragaman suku bangsa, dapat terlihat dari sifat dan siksp dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah sebagai berikut.

    a. kehidupan bermasyarakat tercipta kerukunan seperti halnya dalam sebuah keluarga.
    b. antara warga masyarakat terdapat semangat tolong menolong, kerjasama untuk menyelesaikan suatu masalah, dan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
    c. dalam menyelesaikan urusan bersama selalu diusahakan dengan melalui musyawarah.
    d. terdapat kesadaran dan sikap yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
    Sikap dan keadaan seperti tersebut di atas harus dijunjung tinggi serta dilestarikan. Untuk lebih memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, kita dapat melaksanakan pertukaran kesenian daerah dari seluruh pelosok tanah air. Dengan adanya kegiatan pertukaran kesenian daerah tersebut dan memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia, antara lain:
    a. dapat saling pengertiaan antarsuku bangsa
    b. dapat lebih mudah mencapai persatuan dan kesatuan
    c. dapat mengurangi prasangka antar suku
    d. dapat menimbulkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa
B. Keanekaragaman Budaya di Indonesia

Masyarakat Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa. Di Indonesia terdapat kurang lebih 300 suku bangsa. Setiap suku bangsa hidup dalam kelompok masyarakat yang mempunyai kebudayaan berbeda-beda satu sama lain.

1. Keanekaragaman Budaya yang Terdapat di Indonesia
Bangsa Indonesia mempunyai keanekaragaman budaya. Tiap daerah atau masyarakat mempunyai corak dan budaya masing-masing yang memperlihatkan ciri khasnya. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai bentuk kegiatan sehari-hari, misalnya upacara ritual, pakaian adat, bentuk rumah, kesenian, bahasa, dan tradisi lainnya. Contohnya adalah pemakaman daerah Toraja, mayat tidak dikubur dalam tanah tetapi diletakkan dalam goa. Di daerah Bali, mayat dibakar(ngaben).
Kebudayaan dapat diartikan sebagai hasil cita, rasa, dan karya manusia dalam suatu masyarakat dan diteruskan dari generasi ke generasi melalui belajar. Jika kita telusuri, kebudayaan itu meliputi adat kebiasaan, upacara ritual, bahasa, kesenian, alat-alat, mata pencaharian, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dalam arti sempit kebudayaan diartikan sebagai kesenian atau adat istiadat saja.
Kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat suatu daerah. Pada umumnya, kebudayaan daerah merupakan budaya asli dan telah lama ada serta diwariskan turun-temurun kepada generasi berikutnya. Kebudayaan kia sekarang ini merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan masa lampau.
Keanekaragaman budaya bangsa Indonesia timbul karena akibat sebagai berikut.
a. Kondisi Geografis
Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki beribu-ribu pulau yang dipisahkan oleh selat dan laut. Ini merupakan kondisi lingkungan geografis Indonesia. Lingkungan geografis semacam itu menjadi sumber adanya keanekaragaman kebudayaan Indonesia.
Kondisi geografis yang demikian menimbulkan perbedaan dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah mata pencaharian penduduk. Jenis-jenis pekerjaan yang ada juga menyebabkan beranekaragamnya peralatan yang diciptakannya, misalnya bentuk rumah dan bentuk pakaian. Akhirnya sampai pada bentuk kesenian yang ada di masing-masing daerah berbeda.
b. Kemajemukan Suku Bangsa
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Identitas seringkali dikuatkan kesatuan bahasa. Oleh karena itu, kesatuan kebudayaan bukan suatu hal yang ditentukan oleh orang luar, melainkan oleh warga yang bersangkutan itu sendiri. Suku-suku yang ada di Indonesia antara lain Gayo di Aceh, Dayak di Kalimantan, dan Asmat di Papua.
Untuk mengetahui kebudayaan daerah Indonesia dapat dilihat dari ciri-ciri tiap budaya daerah. Ciri khas kebudayaan daerah terdiri atas bahasa, adat istiadat, sisem kekerabatan, kesenian daerah dan ciri badaniah(fisik)
Sikap Menghormati Budaya di Indonesia

Kita mengetahui bahwa Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan penduduknya terpencar-pencar di berbagai pulau. Tiap penduduk tinggal di lingkungan kebudayaan daerahnya masing-masing. Ini artinya, di Indonesia terdapat banyak ragaman kebudayaan. Perbedaan tersebut antara lain dalam hal:
a. cara berbicara
b. cara berpakaian
c. mata pencaharian
d. adat istiadat
Keanekaragaman budaya jangan dijadikan sebagai perbedaan, tetapi hendaknya dijadikan sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Kita selaku bangsa Indonesia mempunyai kewajiban untuk selalu melestarikan kebudayaan yang beraneka ragam tersebut.
Di samping itu, dengan mendalami kebudayaan yang beraneka ragam tersebut, wawasan kita akan bertambah sehingga kita tidak akan menjadi bangsa yang kerdil. Kita dapat menjadi bangsa yang mau dan mampu menghargai kekayaan yang kita miliki, yang berupa keanekaragaman kebudayaan tersebut.
Sikap saling menghormati budaya perlu dikembangkan agar kebudayaan kita yang terkenal tinggi nilainya itu tetap lestari, tidak terkena arus yang datang dari luar. Melestarikan kebudayaan nasional harus didasari engan rasa kesadaran yang tingi tanpa adanya paksaan dari siapapun.
Dalam rangka pembinaan kebudayaan nasional, kebudayaan daerah perlu juga kita kembangkan, karena kebudayaan daerah mempunyai kedudukan yang sangat penting. Pembinaan kebudayaan daerah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. pertukaran kesenian daerah
b. pembentukan organisasi kesenian daerah
c. penyebarluasan seni budaya, antara lain melalui radio, TV, surat kabar serta majalah
d. penyelenggaraan seminar mengenai seni budaya daerah
e. membentuk sanggar tari daerah
f. mengadakan pentas kebudayaan

Beritadaerah.com | Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha

Beritadaerah.com | Pusat Informasi Potensi Daerah Indonesia - Pariwisata & Investasi Usaha

Kamis, 22 Maret 2012

Daftar Pemain Sepakbola Dunia Beragama Islam

Di tengah hiruk-pikuk dunia sepakbola Eropa yang didominasi kaum kristiani, ternyata banyak juga pemain sepak bola yang memeluk agama Islam. Kita sering menonton Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia

namun kadang-kadang kita tidak tahu diantara mereka banyak juga yang beraga islam.
Mereka semua ada yang alim banget lho. taat beribadah, ama sering berdoa ke Allah SWT. Contohnya saja, Samir Nasri, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa, Aaron Winter, Zidane, Nicolas Anelka, Frank Ribery, Djibril Cisse.
Tapi, meskipun beberapa dari mereka bukan muslim yang taat, mereka masih sempet megang teguh syariat Islam.
- Phillipe Troussier : Mantan pemain Perancis yang terkenal, juga pelatih tim Nasional jepang. Hidup di Maroko. merubah namanya menjadi Umar, dengan istri yang bernama dominique yang berubah menjadi aminah (setelah menjadi Muslimah). mengadopsi 2 anak Maroko. Lahir sebagai muslim, dan bersekolah disekolah anak-anak muslim. lalu murtad menjadi kristiani demi neneknya yang membesarkannya. lalu kemudian kembali menjadi muslim.
- Stephen Appiah : Sempat bingung di awal karirnya di Italia karena sulit menemukan makanan yang halal.
- Frederic Kanoute : sempat menolak memakai kostum klub yang disponsori rumah judi bahkan hingga ditutupi. Belakangan setelah berkonsultasi dengan penasehat spiritualnya dia melunak. Karena sponsor klubnya menjanjikan bahwa sebagian keuntungan digunakan untuk sosial.
- Rami Shaaban : mengaku hidup dengan panduan Al Quran. Kiper timnas Swedia ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.
- Kolo Toure : merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.
- Frank Ribery : mengakui bahwa Islam adalah sumber kekuatannnya di dalam dan di luar lapangan. Terutama ketika ia sempat mengalami masa sulit dalam karir dan ia menemukan Islam yang memberi kedamaian.
Berikut ini Daftar Lengkap Pemain Bola Dunia yang Beragama Islam.
- Kolo & Yaya Toure (Manchester City)
- Nicholas anelka (Klub Shangai China)
- Mohammed ‘Momo’ Sissoko (Juventus)
- Ahmed ‘Mido’ Hossam (Zamalek)
- Hossam Ghaly (Saudi Al Nassr)
- Franck Riberry (Bayern Muenchen)
- Hamit & Halil Antiltop (Bayern Muenchen & Shalke 04)
- Frederik Kanoute (Sevilla)
- Mahamaddou Diarra (Real Madrid)
- Eric Abidal (Barcelona)
- Nuri Sahin (Real Madrid)
- Sulley Ali Muntari (Pompey)
- Zlatan Ibrahimovic (Inter)
- Hassan “Brazzo” Salihamidzic (Juventus)
- Khalid Boulahrouz (Sevilla)
- Salomon Kalou (Chelsea)
- El-Hadji Diouf (Bolton)
- Diomanssy Kamara (Fulham)
- Mohammed Kallon (Al-Ittihad ext. Inter & Monaco)
- Thiery Henry (New York Red Bulls)
- Lilian Thuram (Perancis)
- Lassana Diarra (Real Madrid)
- Karim Benzema (Madrid/Perancis)
- Samir Nasri (Man City)
- Hatem Ben Arfa (Lyon)
Pelatih Sepak Bola Muslim
- Bruno Metsu (mantan pelatih Senegal)
- Phillipe ‘Omar’ Trousier (mantan pelatih Jepang).
Hidup di tengah glamornya industri sepakbola, banyak pebola muslim di Eropa yang tetap beribadah. Mereka juga hidup sesuai dengan ajaran Islam. Hal itu menjadi kunci rahasia kenapa jarang pesepakbola Muslim yang disorot kehidupan pribadinya bermasalah. Itu juga yang membuat permainan mereka cenderung stabil dan emosi di lapangan senantiasa terjaga.
Ternyata menarik juga kalo mencari tahu seputar kehidupan pebola Muslim di Eropa. Meski sangat sulit karena rata-rata mengaku bahwa agama adalah hal yang bersifat pribadi dan tidak ingin dipublikasi. Tapi setidaknya, mereka bisa menjadi contoh dan kebanggaan bagi ummat Islam. Juga menjadi andalan untuk menghapus stereotipe buruk barat tentang Islam.
Ada juga peraturan baru federasi sepak bola jerman tentang pemain muslim, berikut peraturan barunya:
Jika seorang pemain bola harus bertanding di bawah kontrak yang merupakan satu-satunya sumber penghasilannya, dan jika dia harus memainkan pertandingan tersebut
selama bulan Ramadan, serta jika berpuasa akan mempengaruhi kinerjanya dalam bermain bola, maka pemain bola muslim tersebut dapat membatalkan puasanya atau tidak berpuasa.
Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian mendukung fatwa tersebut. Pemain bola profesional Muslim wajib berpuasa di saat-saat ketika mereka tidak ada pertandingan, dan begitu seterusnya untuk menaati perintah Allah dan menghormati kehormatan bulan suci Ramadhan,” jelas sekretaris umum Dewan Pusat Muslim, Aiman Mazyek yang juga menambahkan bahwa menjaga tubuh tetap sehat, memainkan peran penting dalam Islam.

Jumat, 09 Maret 2012

PERNIKAHAN

Perlu diketahui, semoga ALLAH swt. merahmati anda. NIkah itu mempunyai banyak kelebihan, faedah dan manfaat baik duniawi maupun ukhrawi. Anjuran tentang perkawinan ini telah banyak disebutkan di dalam Alqur'an dan hadist.

Allah swt berfirman ;" Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat ". ( S.An-Nisa', 4:3)

Firman-Nya lagi :" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak(berkawin)dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mreka miskin, Allah akan memampukan mereka dgkurnia-Nya. dan ALLAH Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui ". (S.An-Nur, 24:32)

Rosulullah saw. bersabda :" Wahai sekalian pemuda! Barangsiapa mampu mendirikan rumah tangga, hendaklah ia kawin, karena yg demikian itu lebih menjamin untuk menutup pandangan mata dan lebih selamat untuk menjaga kemaluan. dan barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu bisa mengendalikan syahwatnya ".

Dalam hadist yang lain Rosulullah bersabda, " Barangsiapa ingin menemui ALLAH maka hendaklah ia kawin dengan wanita-wanita merdeka ". Hadist yang lain lagi mengatakan, " Empat perkara menjadi sunnah para Rasul yaitu : Malu, memakai wangi-wangian, bersiwak (menggosok gigi) dan kawin ".

Rosulullah saw. bersabda :" Perbanyaklah berkawin agar bilanganmu bertambah, maka Aku bangga dengan bilanganmu yang banyak sebagai umat-Ku di hari kiamat ".

Sabda-Nya lagi :" Apabila seorang hamba berkawin maka sempurnalah separuh agamanya. Kini hendaklah ia berftaqwakepada ALLAH pada separuh sisanya ".

Ibnu Abbas ra. telah berkata, " tidak akan menghalangi seseorang untuk berkawin, kecuali lemah syahwat ataupun sifat durjana ".Saya berpendapat , bahwa kawin akan mengurangi was-was syetan dari dalam dada terhadap nafsu atas perempuan. Pengaruh was-was ini amat besar, sehingga sering menghambat seseorang yg sedang berdiri shalat menghadap Tuhan-Nya, atau ketika sedang membaca Kitabullah, ataupun ketika asyik berdzikir, maka jadilah ia sebagai orang yang tidak beradab kepada Tuhan-Nya.Kawin itu akan mengekang mata dari melihat sesuatu yang haram dan memelihata kemaluan dari melakukan hal-hal yang terlarang. Dalam hal ini, terdapat banyak riwayat yang menunjukkan kelebihan berkawin. Kesemuanya itu di petik dari Alqur'anul-karim dan hadist Nabi saw. yang telah diketahui secaraluas, khususnya oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan.

ALLah swt. berfirman :" Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, " hendaklah mereka menahan kemaluannya, yangdemikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat ". ( S.An-Nur, 24 : 30 )

Rosulullah saw. bersabda : " Pandangan mata adalah anak panah beracun dari panah-panah iblis ".Sesudah kawin, orang yang sabar dapat mempergauli istrinya dengan baik, memenuhi hak & kewajiban terhadap istri, dan mengeluarkan nafkah atas istri dan anak-anaknya, niscaya akan beroleh pahala yang besar. Diantara penyebabnya ialah, pahala mendapat anak-anak saleh yang menyembah Allah swt. mendo'akan kedua ibu bapak mereka dan memohonkan ampunan bagi keduanya, baik semasa hidup keduanya maupun sesudah mati. Apabila ana-anak itu mati sebelum mencapai usia baligh, maka kedua ibu bapaknya akan memperoleh pahala dan balasan yang besar, disebabkan kesabaran atas bencana yg menimpa mereka.Kemudian, dalam memelihara anak-anak dan mengurusi kebutuhan hidup mereka khususnya anak-anak perempuan akan mendatangkan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar.

Nabi saw. bersabda :" Uang yang kau belanjakan di jalan ALLAH, uang yang kau belanjakan untuk memerdekakan seoranghamba, uang yang kau sedekahkan kepada seorang fakir miskin, dan uang yang kau nafkahkan kepadaanak istrimu,maka yang paling besar pahalanya adalah uang yang kau belanjakan kepada anak istrimu"

demikian sekelumit tentang pernikahan, semoga bisa menjadi manfaat bagi saudara-saudara saya. terutama bagi diri saya pribadi. trima kasih.

Minggu, 19 Februari 2012

LOLODA, NGARA MA BENO

Sejarah sosial di Maluku dimasa lampau tidak dapat dipisahkan dengan gerak perdagangan internasional, dimana rempah Cengkih merupakan salah satu komoditi utama yang menggerakan perdagangan antara dunia barat dan timur. Rempah cengkeh dan pala yang dihasilkan oleh Maluku-lah yang membawa kepulauan Nusantara berinteraksi secara penuh ke dalam jaringan perniagaan dunia selama berabad-abad. Kepulauan Maluku, yang terdiri dari pulau-pulau utama - yang berfungsi i sebagai produsen rempah Cengkeh dan Pala dikala itu – sebagaimana tercatat dalam sejarah adalah : Ternate, Tidore, Moti, Makian, Bacan dan Halmahera, keberadan pulau-pulau ini semakin penting sejak ditemukannya jalan ke Maluku oleh bangsa Cina, Arab, Persia dan kemudian oleh bangsa Barat, maka lahirlah bentuk organisasi politik di Maluku yang mengatur jalinan kekuasaan berupa Kerajaan, yang sekaligus juga untuk meresponi masuknya Maluku dalam jaringan perniagaan dunia.
Salah satu kekuatan ini adalah kerajaan Loloda di pulau Halmahera, disamping kerajaan Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan. PUTRA NAGA Kerajaan Loloda yang berada didaratan pulau Halmahera ini, tidak diketahui sejak kapan mulai muncul dalam panggung sejarah. Dalam catatan Historiografi kuno, seperti yang dicatat oleh bangsa Portugis di tahun 1544. Dalam catatan ini kita mendapatkan cerita tentang asal-usul raja-raja di Maluku yang berasal dari Empat Telur Naga yang ditemukan oleh seseorang yang bernama Bikucigara (Biksu Sigara ?) di bawah rimbunan pohonan bambu. Kemudian telur naga tersebut di bawah pulang, dan dari telur itu, lahirlah Tiga anak laki-laki dan seorang perempuan.
Dijelaskan lebih lanjut dalam catatan itu, bahwa ke-empat anak itu :
  • Tertua menjadi raja di Bacan;
  • Kedua menjadi raja di Papua;
  • Ketiga menjadi raja di Buton-Banggai, dan:
  • Keempat, anak perempuan kawin dengan raja Loloda.
Dalam versi berbeda, seperti yang dicatat oleh Coolhaas, dalam kroniek van Het Rijk Batjan, dikisahkan bahwa Sultan Bacan yang pertama, Said Muhammad Baqir bin Jafa’ar Shadiq yang bergelar Sri Maha Radja Yang Bertahta di Bukit Sigarah, dari perkawinannya dengan Boki Topowo dari Galela, mendapatkan Tujuh putra-putri. Disebutkan bahwa putra yang bungsu, Kaicil Komalo Bessy Suatu ketika terjadi banjir besar, semua anak raja hanyut dibawa air bah, salah satunya adalah Kaicil Komalo Bessy, putra bungsu terdampar di sebelah Utara dan kemudian menjadi raja di Loloda (Halmahera).
Keberadaan Loloda dalam sejarah kekuasaan politik di Maluku jelas sudah merupakan suatu keniscayaan. Dari sejumlah sumber yang ada, dimana secara tersirat menunjukan kedudukan Loloda yang sangat penting dalam suatu periode sejarah masa lampau di Maluku. Dari kedua versi diatas, bila kita membandingkannya, maka akan menghasilkan beberapa kesimpulan yang menarik.
Pertama, dari cerita diatas, Ternate, Tidore dan Jailolo belum disebut namanya. Kenyataan ini menyiratkan tentang kedudukan yang lebih utama Loloda, dari kawasan lain di Halmahera Utara. Kedua, suatu penekanan pada aspek lain, yaitu tentang hubungan elemen-elemen Loloda yang Non-Austronesian dengan Bacan yang Austronesian.
Pada kedua sumber informasi diatas, kita menemukan suatu perbedaan yang tajam dalam melihat hubungan Loloda dan Bacan. Pada Catatan pertama, hubungan antara Bacan (sebagai Kekuatan Maritim tertua di Maluku) dengan Loloda melalui saudara perempuan sedangkan pada catatan berikutnya, hubungan ini dikukuhkan melalui garis laki-laki. Ketiga, Fakta diatas ini memperlihatkan betapa pentingnya Loloda, dimana Bacan sebagai salah satu kekuatan maritm yang bertumpu pada perdagangan rempah tertua itu masih memerlukan suatu ikatan politis dengan kawasan Loloda yang nota bene sangat berbeda dalam pengelompokan bahasa – namun lewat mitos ini Bacan diterima secara penuh dalam bingkai Moloku Kie Romtoha.
NGARA MA BENO Setelah Islam menjejaki kakinya di jazirah Moro-Tia dan Moro-Tai, konstelasi politik-pun berubah, baik itu pola maupun struktur kekuasaannya pun ikut bergeser - mengikuti kecenderungan baru ini. Loloda sebagai salah satu kekuatan lama terdesak oleh Jailolo si pendatang baru yang giat melaksanakan Islamisasi. Kekuatan baru ini, bersama Ternate terus mengancam posisi Loloda di Halmahera yang selama ini Loloda berfungsi sebagai salah satu dari ke-Lima Momole yang paling berpengaruh di Maluku. Adapun kedudukan Loloda adalah sebagai Ngara Ma Beno atau Penguasa Pintu Gerbang dalam konsepsi kekuasaan tradisional Sejak kedatangan bangsa barat ke Maluku abad ke-16, berbagai data dan informasi tentang keadaan Maluku, bahwa setibanya Portugis di Ternate tahun 1512, Ternate bersama Tidore telah mengukuhkan supremasi kekuasaan yang meliputi wilayah yang sangat luas, yakni terbentang antara Irian dan Sulawesi. Sedangkan keterangan tentang Loloda sangatlah sedikit yang diketahui, secara tersamar diberitakan bahwa kerajaan Loloda telah memindahkan eksistensinya ke alam gaib! yang dikemudian hari dikenal dengan nama MORO!!! Adapun wilayahnya yang luas meliputi sebagian daratan pulau Halmahera itu direbut oleh Jailolo – yang sudah menggantikan kedudukan Loloda di daratan Halmahera yang luas itu.
Dari sumber-sumber lokal didapatkan cerita tentang keberadaan Loloda, dimana disebutkan bahwa asal mula Loloda itu berasal dari suatu kerajaan tua yang pernah berkuasa di Galela. Konon, kemudian di tahun 1322, setelah gunung berapi di Galela meletus dan mengancam kehidupan disana, maka, pusat kerajaan itu dipindahkan ke Loloda. Kepindahan ini terjadi pada masa Kolano Bakun Malamo, penguasa Galela terakhir.
Keterkaitan antara Loloda dengan kekuasaan lain di Sulawesi, dapatlah dilacak dari sejarah raja-raja Bolaang Mongondow. Kajian sejarah yang ditulis oleh W. Dunnebier, menjelaskan bahwa asal-usul kerajaan Bolaang Mongondow berpangkal pada seorang tokoh legendaris yang hidup di abad ke XIV bernama Loloda Mokoagow – tokoh ini diduga merupakan anak dari raja Loloda yang melarikan diri ke Sula Wessy karena negerinya diserang oleh Kumalo Poeloe, penguasa Ternate. Peristiwa ini terjadi diperkirakan pada tahun 1380. Setibanya anak raja Loloda ini - di suatu tempat yang dikenal dengan nama kuno : Maadon ( Kema, Sulawesi Utara ). Dari tokoh ini-lah merupakan cikal-bakal yang menurunkan raja-raja Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara.
Secara Linguistik, Loloda dalam bahasa Ternate itu berarti : Tempat Orang Pindahan. Bila kita meneliti lebih jauh dari kata ini, Loloda berasal dari kata Lodaka yang bermakna : “Orang Pindahan” Dengan demikian, dapatlah disimpulkan (kata) Loloda itu mengandung suatu makna yang secara tepat menggambarkan suatu peristiwa alam yang berkaitan dengan bencana alam yang dahsyat di masa lampau sehingga terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran di waktu itu.

Tokyo Kecil di Jazirah Halmahera Utara

KAO menyimpan bukti sejarah PD-II. Tempat ini pernah menjadi markas besar tentara Jepang sejak 1942 - 1945. Saat itu tentara jepang dibagi dalam dua pasukan yaitu 42.000 tentara bermarkas di Kao dan 20.000 tentara lainnya bermarkas di Teluk dalam (Kao Teluk). Karena banyaknya tentara Jepang yang mendarat dan bermukim di Kao maka daerah itu dijuluki The Little Tokyo (Tokyo Kecil) atau Tokyo kedua.
Di tempat ini pada masa perang dunia ke-II, kurang lebih 300 ahli bom bermarkas. Pemandangan sepanjang ruas jalan diluar daerah Kao terdapat lebih dari 60 meriam anti pesawat terbang dan mobil-mobil. Saksi sejarah, yang juga ketua adat setempat, mengisahkan peristiwa perang pada waktu itu, dimana banyak pesawat tempur Amerika yang ditembak jatuh. Lebih dari 100 budak wanita asal Hongkong, Singapura, China, Jawa dan Manado ditempatkan pada barak-barak tempat hiburan.
Setelah perang usai dengan kejatuhan kota Hiroshima dan Nagasaki, suplay bahan makanan untuk tentara jepang terhenti. Persedian makanan mereka menipis hingga akhirnya habis. Hal ini menimbulkan bencana bagi masyarakat pribumi, karena Tentara jepang beralih mengkonsumsi makanan masyarakat setempat, sehingga mengakibatkan ratusan masyarakat mati kelaparan.
Kini saksi bisu sejarah peninggalan Jepang dapat kita temui di Kao. Ada yang sudah dipugar, diantaranya 4 buah meriam anti pesawat terbang yang masih berdiri kokoh mengahadap ke udara, walau kondisinya sudah mulai karatan. Meriam tersebut pada masanya digunakan untuk melindungi lapangan udara di bagian timur laut.
Sampai saat ini, lapangan terbang yang memiliki banyak landasan pacu ini masih digunakan. Tahun 1986 lokasi ini direnovasi dan kemudian diberi nama "Kuabang". Nama ini diambil dari nama seorang pahlawan lokal bernama Kuabang.
Lapangan terbang Kuabang Kao saat ini melayani penerbangan komersial Kao-Ternate, Kao-Manado dengan pesawat jenis Cassa dan Twin Otter.

Sabtu, 18 Februari 2012

LEGENDATELAGA BIRU GALELA, HALMAHERA UTARA

Dibelahan bumi Halmahera Utara, Maluku Utara, tepatnya di wilayah Galela dusun Lisawa, di tengah ketenangan hidup dan jumlah penduduk yang masih jarang (hanya terdiri dari beberapa rumah atau dadaru), penduduk Lisawa tersentak gempar dengan ditemukannya air yang tiba-tiba keluar dari antara bebatuan hasil pembekuan lahar panas. Air yang tergenang itu kemudian membentuk sebuah telaga.Airnya bening kebiruan dan berada di bawah rimbunnya pohon beringin. Kejadian ini membuat bingung penduduk. Mereka bertanya-tanya dari manakah asal air itu? Apakah ini berkat ataukah pertanda bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Apa gerangan yang membuat fenomena ini terjadi?

Berita tentang terbentuknya telaga pun tersiar dengan cepat. Apalagi di daerah itu tergolong sulit air. Berbagai cara dilakukan untuk mengungkap rasa penasaran penduduk. Upacara adat digelar untuk menguak misteri timbulnya telaga kecil itu. Penelusuran lewat ritual adat berupa pemanggilan terhadap roh-roh leluhur sampai kepada penyembahan Jou Giki Moi atau Jou maduhutu (Allah yang Esa atau Allah Sang Pencipta) pun dilakukan.

Acara ritual adat menghasilkan jawaban “Timbul dari Sininga irogi de itepi Sidago kongo dalulu de i uhi imadadi ake majobubu” (Timbul dari akibat patah hati yang remuk-redam, meneteskan air mata, mengalir dan mengalir menjadi sumber mata air).

Dolodolo (kentongan) pun dibunyikan sebagai isyarat agar semua penduduk dusun Lisawa berkumpul. Mereka bergegas untuk datang dan mendengarkan hasil temuan yang akan disampaikan oleh sang Tetua adat. Suasana pun berubah menjadi hening. Hanya bunyi desiran angin dan desahan nafas penduduk yang terdengar.
Tetua adat dengan penuh wibawa bertanya “Di antara kalian siapa yang tidak hadir namun juga tidak berada di rumah”. Para penduduk mulai saling memandang. Masing-masing sibuk menghitung jumlah anggota keluarganya. 

Dari jumlah yang tidak banyak itu mudah diketahui bahwa ada dua keluarga yang kehilangan anggotanya. Karena enggan menyebutkan nama kedua anak itu, mereka hanya menyapa dengan panggilan umum orang Galela yakni Majojaru (nona) dan Magohiduuru (nyong). Sepintas kemudian, mereka bercerita perihal kedua anak itu.
Majojaru sudah dua hari pergi dari rumah dan belum juga pulang. Sanak saudara dan sahabat sudah dihubungi namun belum juga ada kabar beritanya. Dapat dikatakan bahwa kepergian Majojaru masih misteri. Kabar dari orang tua Magohiduuru mengatakan bahwa anak mereka sudah enam bulan pergi merantau ke negeri orang namun belum juga ada berita kapan akan kembali.

Majojaru dan Magohiduuru adalah sepasang kekasih. Di saat Magohiduuru pamit untuk pergi merantau, keduanya sudah berjanji untuk tetap sehidup-semati. Sejatinya, walau musim berganti, bulan dan tahun berlalu tapi hubungan dan cinta kasih mereka akan sekali untuk selamanya. Jika tidak lebih baik mati dari pada hidup menanggung dusta.

Enam bulan sejak kepergian Magohiduuru, Majojaru tetap setia menanti. Namun, badai rupanya menghempaskan bahtera cinta yang tengah berlabuh di pantai yang tak bertepi itu.
Kabar tentang Magohiduuru akhirnya terdengar di dusun Lisawa. Bagaikan tersambar petir disiang bolong Majojaru terhempas dan jatuh terjerembab. Dirinya seolah tak percaya ketika mendengar bahwa Magohiduuru so balaeng deng nona laeng. Janji untuk sehidup-semati seolah menjadi bumerang kematian.

Dalam keadaan yang sangat tidak bergairah Majojaru mencoba mencari tempat berteduh sembari menenangkan hatinya. Ia pun duduk berteduh di bawah pohon Beringin sambil meratapi kisah cintanya.
Air mata yang tak terbendung bagaikan tanggul dan bendungan yang terlepas, airnya terus mengalir hingga menguak, tergenang dan menenggelamkan bebatuan tajam yang ada di bawah pohon beringin itu. Majojaru akhirnya tenggelam oleh air matanya sendiri.

Telaga kecil pun terbentuk. Airnya sebening air mata dan warnanya sebiru pupil mata nona endo Lisawa. Penduduk dusun Lisawa pun berkabung. Mereka berjanji akan menjaga dan memelihara telaga yang mereka namakan Telaga Biru.

Telaga biru kala itu selalu tampak bersih. Airnya sejernih kristal berwarna kebiruan. Setiap dedaunan yang jatuh di atasnya tidak akan tenggelam karena seolah terhisap untuk dibersihkan oleh bebatuan yang ada di tepian telaga.

Sampai saat ini mitos asal-mula telaga Biru masih terus terjaga di masyarakat. Pasangan muda-mudi dari Galela dan Tobelo ada yang datang ke telaga ini untuk saling mengikat janji. Sebagai tanda ikatan mereka akan mengambil air dengan daun Cingacinga dan lalu meminumnya bersama. Air yang masih tersisa biasanya akan dipakai untuk membasuh kaki dan wajah. Maknanya adalah supaya jangan ada lagi air mata yang mengalir dari setiap ikatan janji dan hubungan.

Penduduk dusun Lisawa mula-mula kini telah tiada dan hanya menyisakan telaga Biru. Sayang kondisi telaga Biru saat ini kian merana akibat ditebangnya pepohonan di sekitar telaga. Hal ini semakin diperparah dengan hilangnya bebatuan di sekitar telaga yang telah berganti dengan tanggul beton. Masyarakat sekitar juga memanfaatkan telaga ini sebagai tempat MCK sehingga banyak sampah plastik yang kini sangat merusak pemandangan. Belum lagi batang-batang pohon yang sengaja ditebang tidak pernah diangkat tetapi dibiarkan membusuk didalam air telaga.

Telaga Biru kini kembali menangis dan bertanya adakah orang yang dapat bertahan jika di dalam matanya kemasukan butiran pasir atau terkena pedihnya air sabun. Jika masih ada maka jangan wariskan derita ini pada anak cucumu. Ingat dan camkan bahwa negeri ini adalah pinjaman dari anak cucu kita!

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)