Minggu, 25 Maret 2012

PANDUAN MENULIS LAPORAN ILMIAH

Penulisan laporan penelitian tidak lain dari penyampaian pengalaman penelitian dan hasil-hasilnya kepada masyarakat. Tanpa ada penulisan laporan, hasil penelitian akan merupakan barang mati, yang hanya dinikmati oleh si peneliti sendiri. Padahal, tujuan dari penelitian tidak lain dari mencari sesuatu dan menyampaikan hasilnya sebagai sumbangsih ilmuwan kepada ilmu pengetahuan. Hasil penelitian tersebut dapat saja diterapkan dengan segera didalam masyarakat, ataupun digunakan sebagai penambah khasanah ilmu pengetahuan.
Yang perlu digaris bawahi dalam menulis laporan penelitian adalah fungsi komunikatif yang diemban oleh peneliti. Laporan yang dibuat bukan diperuntukan bagi peneliti sendiri, tetapi sebagai alat berkomunikasi dengan orang lain. Oleh sebab itu, jenis pembaca yang dituju menentukan corak laporan yang dibuat.

Jenis Konsumen :

Cara penulisan hasil penelitian harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga komunikasi yang ingin disampaikan dapat mengenai sasarannya yang tepat. Sehubungan dengan ini, penulisan pelaporan akan mempunyai ciri-ciri tersendiri sesuai dengan pembaca yang ditargetkan. Pendekatan terbaik adalah laporan ditulis untuk memenuhi satu jenis konsumen saja, dalam tingkat pengungkapan yang sesuai dengan pengetahuan dan kebutuhan dari kelompok konsumen yang bersangkutan.
1. Masyarakat Umum
Laporan yang ditujukan kepada masyarakat umum harus dapat memberi gambaran praktis kepada pembaca. Laporan ini berupa brosur, artikel ataupun laporan ringkas yang berisi hal-hal yang praktis yang dapat dipergunakan secara langsung oleh masyarakat.
2. Sponsor Penelitian
Konsumen kedua adalah sponsor dari penelitian itu sendiri. Banyak penelitian yang dilakukan baik oleh institusi ilmiah atau universitas, disponsori oleh suatu badan tertentu. Karena itu, hasil penelitian tersebut perlu dilaporkan kepada sponsor yang telah membiayai penelitian tersebut.
3. Masyarakat Ilmiah
Konsumen ketiga dari penelitian adalah masyarakat ilmiah. Penelitian-penelitian baik yang berupa tesis, skripsi, maupun disertasi, pertama-tama ditujukan kepada Komisi Pembingbing atau Komisi Tesis. Karena itu, bentuk, gaya bahasa, dan isi laporan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu universitas.

Jenis Laporan Ilmiah :

Sekurang-kurangnya terdapat empat jenis laporan ilmiah, yaitu :
1. Laporan Lengkap (monograf)
Beberapa hal berikut perlu diperhatikan, jika laporan penelitian dibuat dalam bentuk monograf:
· Laporan harus berisi proses penelitian secara menyeluruh dengan mengutarakan semua teknik dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian tersebut.
· Karena laporan ilmiah ini merupakan suatu bahan komunikatif dengan masyarakat ilmiah, maka teknik penulisan harus sesuai dengan kelompok target tersebut.
· Laporan ilmiah juga harus menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi disetiap tingkatan analisa.
· Jika diperoleh pengalaman-pengalaman atau penemuan-penemuan yang tidak ada hubungan langsung dengan tujuan penelitian yang dilaksanakan janganlah penemuan tersebut dibuang dengan serta merta.
· Perlu diperingatkan bahwa peneliti lebih mudah mengubah outline nya daripada mengubah keseluruhan draft laporan.
· Laporan ilmiah harus dibagi dalam bab-bab, bagian sub-sub, bagian dengan judul-judul yang padat, sehingga pembaca dapat memilih materi-materi yang relevan baginya dengan lebih mudah.
2. Artikel Ilmiah
Laporan dalam bentuk artikel olmiah adalah perasaan dari laporan lengkap. Penulisan laporan tersebut harus bersifat lebih padat, dan disesuaiakan dengan jumlah halaman yang disediakan dalam jurnal-jurnal ilmiah. Laporan dalam bentuk artikel ilmiah adalah laporan tentang salah satu dari faset-faset penelitian atau salah satu aspek-aspek yang terdapat dalam laporan lengkap.
Yang penting dalam membuat laporan untuk dijadikan sebuah artikel ilmiah adalah memampatkan informasi tentang materi-materi menjadi terpadu dan relevan. Laporan harus berisi argumentasi-argumentasi pokok dalam memecahkan masalah dan mencapai sasaran penelitian. Kesimpulan-kesimpulan dan implikasi-implikasi yang ditarik harus pula sesuai dengan aspek-aspek yang dipilih dalam laporan.
3. Laporan Ringkas
Artikel yang sudah diterbitkan ataupun studi-studi yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat sering juga ditulis kembali dalam bentuk yang mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis. Laporan tersebut diarahkan pada penemuan-penemuan utama saja, tanpa memasukan desain dan metode yang dipakai dalam melakukan penelitian. Keterangan yang disampaikan, implikasi-implikasi, dan kesimpulan-kesimpulan ditulis dalam bahasa sehari-hari, dengan menghindarkan penggunaan istilah-istillah teknis. Laporan ringkas lebih banyak ditujukan pada konsumen masyarakat umum.
4. Laporan untuk Administrator dan Pembuat Keputusan
Dalam rangka memberikan penjelasan dan evaluasi terhadap program yang sedang berjalan, laporan harus berisi hal-hal dibawah ini :
· Penelitian, baik tentang kualitas maupun kuantitas dari usaha yang sedang dikerjakan.
· Keterangan tentang hasil dari usaha-usaha yang sedang dijalankan.
· Penelitian tentang hasil usaha yang dilaksanakan dalam hubungannya dengan keperluan secara menyeluruh.
· Keterangan tentang efisiensi usaha, dalam hubungannya dengan biaya, tenaga dan waktu.
· Alasan tentang baik tidaknya program yang sedang berjalan, dan bagaimana cara mengatasinya.
· Jelaskan pengaruh program tersebut terhadap kognisi, sikap dan perilaku masyarakat.

Outline dari Laporan :

Laporan ilmiah harus berisi hal-hal berikut :
1. Pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian tersebut.
2. Prosedur penelitian yang mencakup desian penelitian, metode eksperimental yang dipilih, sampel yang ditarik, teknik pengumpulan serta metode-metode statistik yang digunakan, baik dalam kegiatan pengumpulan data ataupun dalam analisis.
3. Hasil penelitian dan penemuan-penemuan.
4. Implikasi yang dapat ditarik dari penelitian tersebut.
Laporan ilmiah juga harus berisi implikasi yang dapat ditarik dari penemuan. Implikasi ini dapat dibuat dalam satu bab tersendiri, ataupun disatukan dalam penyampaian data. Dalam memberikan implikasi dari penemuan penelitian, aspek-aspek dibawah ini perlu diperhatikan :
1. Suatu pernyataan tentang inferensi yang ditarik dari penemuan penelitian dapat diterapkan pada kondisi-kondisi yang serupa. Level inferensi bisa saja sangat dekat dengan data ataupun merupakan suatu abstraksi.
2. Penelitian harys menjelaskan kondisi penelitiannya dengan memberikan limitasi-limitasi terhadap generalisasi yang dibuat. Limitasi-limitasi tersebut dapat saja diakibatkan oleh sampel yang ditarik ataupun merupakan hasil samping dari ciri-ciri metode yang digunakan.
3. Dalam diskusi mengenai implikasi dari penemuan, biasanya disampaikan juga beberapa pertanyaan yang belum terjawab, yang dapat digunakan sebagai bahari oleh peneliti-peneliti lain dalam penelotiannya di masa-masa yang akan datang.
Outline yang disusun dalam menulis laporan ilmiah sedikit berbeda antara penulisan laporan penelitian dalam ilmu natura dan ilmu sosial. Trelese (1958) menganjurkan Outline sebagai berikut dalam penulisan laporan penelitian dalam ilmu-ilmu natural :
Judul
Judul sebaiknya terdiri dari beberapa perkataan yang padat, dan dapat memberikan indikasi tentang isi serta penekanan-penekanan yang diberikan di dalam penelitian.
Abstrak
Abstrak merupakan kondensasi singkat dari isi keseluruhan laporan.
1. Pendahuluan
· Masalah serta posisi awal dari masalah ketika penelitian dilakukan.
· Kegunaan, ruang lingkup, dan metode penelitian.
· Hasil penelitian yang cukup signifikan serta kondisi masalah pada akhir penelitian.
2. Bahan dan Metode
· Keterangan tentang alat serta bahan yang digunakan dalam penelitian.
· Menjelaskan tentang cara-cara kerja yang dilakukan dalam penelitian secara terperinci, sehingga penelitian lain dapat mengulangi percobaan-percobaan tersebut.
3. Percobaan dan Hasil
· Uraian tentang percobaan.
· Uraian tentang hasil percobaan (jika mungkin dilanjutkan dengan tabel atau grafik).
4. Pembahasan Hasil Penelitian
· Kaidah-kaidah dasar, hubungan kausal atau generalisasi yang diperlukan oleh hasil penelitian.
· Bukti-bukti yang ditujukan oleh data untuk tiap kesimpulan utama.
· Pengecualian dan teori-teori yang bertolak belakang serta penjelasan-penjelasan mengenai pengecualian tersebut.
· Perbandingan antara hasil penemuan dan penafsiran dengan penemuan peneliti-peneliti.
Selain dari pada itu, laporan lengkap perlu pula ditambah bagian yang berisi lampiran-lampiran dari referensi yang digunakan. Laporan penelitian dalam ilmu-ilmu sosial biasanya mempunyai outline sebagai berikut :
1. Judul
2. Kata Pengantar
Seperti juga pada Kata Pengantar dalam pelaporan penelitian ilmu-ilmu natura, kata pengantar pada pelaporan ini juga berisi pernyataan-pernyataan tentang tujuan penulisan laporan, hubungan dengan sponsor, serta ucapan terima kasih.
3. Daftar Isi
Daftar isi diperlukan supaya pembaca dapat memenuhi bagian dari laporan dan dapat melihat hubungan melihat hubungan yang terjadi antara satu bagian yang lain. Daftar Isi berisi judul dari masing-masing bab, bagian, subbagian, dan seterusnya.
4. Pendahuluan
Di dalam “Pendahuluan”,secara singkat pembaca diperkenalkan kepada masalah penelitian, ruang lingkup, serta pentingnya peneliti baik ditinjau dari segi teori maupun praktis. Juga diterangkannya cara yang ditempuh atau dicoba dalam rangka menjawab atau memecahkan masalah penelitian tersebut. Kadang-kadang, di dalam pendahuluan juga dipaparkan cara mengorganosasikan materi-materi dalam laporan.
5. Masalah dan Tujuan Penelitian
Dalam bab ini masalah diungkapkan secara lebih terperinci, dan diterangkan bagaimana serta mengapa masalah tersebut dipilih untuk penelitian. Apakahmasalah dirumuskan karena memenuhi keinginan sponsor ataukah masalah tersebut dirumuskan dan ingin dipecahkan demi memperoleh jawaban prakris yang berguna untuk masyarakat. Atau peneliti ingin mengembangkan suatu hipotesa yang telah dirumuskan oleh orang lain? Perlu pula dijelaskan, apakah hal-hal yang ingin dipecahkan tersebut mempunyai relevansi dengan teori? Ataukah pemecahan masalah tersebut dapat dipergunakan untuk mengisi kesenjangan dalam ilmu pengetahuan atau dalam teori yang telah banyak didukung oleh peneliti lain baik dengan menggunakan sampel yang berbeda, atau dengan menggunakan area baru.
6. Metodologi Penelitian
Dalam bab “Metodologi Penelitian”, peneliti menguraikan desai penelitian, rencana pengambilan contoh, jenis responden, prosedur pengumpulan data serta alat yang digunakan secara terperinci. Penelitian juga memberikan definisi operasional dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Peneliti juga perlu mengungkapkan pretesting dan studi pilot yang dikerjakan, pengamalan di lapangan dan sumber-sumber data tambahan.
7. Pengolahan Data dan Analisa
Dalam bab ini, perlu dijelaskan bagaimana data diolah dan dianalisa. Terangkan prosedur-prosedur statistik yang digunakan sejelas-jelasnya dan ungkapkan cara-cara menangani data yang tidak masuk. Jika menggunakan skala dan indeks tersebut. Uraikan juga prosedur yang diikuti dalam mengadakan estimasi terhadap ciri-ciri yang relevan dalam rangka memecahkan masalah penelitian. Apakah alat ayng digunakan dalam menguji hipotesa. Apakah peneliti menggunakan analisa regresi , analisa variance, atau dengan hanya uji Smirnov Kolmogorov? Ataukah peneliti menyusun teknik-teknik baru yang belum pernah digunakan selama ini.
8. Hasil Penelitian
Bagaimana hasil atau penemuan penelitian? apa yang telah kita pelajari dari penelitian tersebut? Bagaimana hubungan antar penemuan dengan masalah-masalah penelitian yang telah dirumuskan? Berikan keterangan-keterangan yang diperoleh dan hubungkan data atau fakta dengan tabel-tabel, grafik atau gambar-gambar. Tafsirkan data sebaik-baiknya, dan buat generalisasi dari penemuan tersebut. Kemudian tarik kesimpulan dan berikan implikasinya terhadap beberapa kebijakan.
9. Ringkasan
Guna ringkasan adalah untuk menyampaikan hasil atau penemuan dari penelitian secara singkat dan padat. Dengan membaca ringkasan, pembaca dapat mengetahui keseluruhan hasil penelitian. Jika seseorang tertarik untuk mendalami sebagian kegiatan penelitian, ia dapat membacanya pada bab-bab yang bersangkutan.
Didalam ringkasan, penelitian menjelaskan penemuan-penemuan utama, dan biasanya ditulis menurut urutan bab-bab yang terdahulu. Dalam ringkasan, peneliti juga perlu memasukan masalah dan prosedur penelitian secara singkat, tetapi yang diutamakan adalah penyampaian kesimpulan, implikasi, dan saran-saran.
10. Bibliografi dan Referensi
Semua laporan atau artikel yang digunakan dalam penelitian berupa sumber sekunder ataupun bukan, perlu dilaporkan secara terperinci. Teknik membuat referensi harus dituruti.
11. Lampiran
Lampiran berisi materi-materi teknis yang jika dimasukan dalam bab-bab terdahulu, dapat membuat laporan menjadi sangat menjemukan, atau dapat menghilangkan kontinuitas laporan. Tabel-tabel umum, yang dianggap perlu diketahui oleh pembaca, yang telah dipadatkan dalam presentasi, perlu dilaporkan yang lebih terperinci tentang desain pengukuran, juga ditempatkan di bagian lampiran. Lampiran juga berisi Daftar Pertanyaan yang dipergunakan dalam penelitian.
Dalam bab pendahuluan pelaporan terdiri dari :
a. Identifikasi, seleksi, dan perumesan masalah.
b. Tujuan penelitian
c. Keterangan teoritis dan konsepsional yang melatarbelakangi pemecahan masalah.
d. Hipotesa yang dirumuskan.
Secara umum, bab Hasil Penelitian berisi :
· Penemuan-penemuan penelitian.
· Penjelasan serta interpretasi dari data dan hubungan yang diperoleh.
· Pembuatan generalisasi dari penemuan-penemuan.
· Penarikan kesimpulan.
· Pemberian saran-saran dan implokasi kebijakan.
Gaya Bahasa Dalam Laporan Ilmiah :
Sifat utama dalam menulis laporan ilmiah adalah jelas dan akurat. Gaya bahasa yang menambah kualitas penulisan dapat dianggap sebagai sebagai suatu bonus saja dalam penulisan laporan ilmiah. Walaupun demikian tidak ada salahnya laporang ilmiah ditulis dengan gaya bahasa yang hidup dan menarik supaya pembaca lebih merasa puas dalam membaca laporan.
Trelease (1958), memberikan langkah-langkah berikut dalam membuat outline.
1. Buatlah outline sederhana mungkin dan aturlah topik-topik dalam urutan yang logis dan mudah dibaca.
2. Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul, subjudul, bagian, dan subbagian dari masing-masing bagian.
3. Kemudian kembangkan outline tersebut diatas lebih lanjut dengan mengadakan pengaturan kembali dari topik-topik yang ingin dianalisa dalam pengaturan yang lebih efektif dan rasional.
4. Kemudian mulai menulis, bentangkan di muka anda outline, tabel-tabel, grafik, dan data lainnya.
Beberapa Bentuk Yang Sering Digunakan
1. Penggunaan Huruf Besar
Setiap mulai kalimat, huruf pertama harus dimulai dengan huruf besar. Selain itu digunakan huruf besar dalam hal-hal berikut :
· Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal-halkeagamaan, kitab, nama Tuhan, dan kata gantinya.
· Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang diikuti oleh nama orang.
· Huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
· Huruf pertama nama orang, nama bangsa, suku, bahasa, tahun, bulam, hari, hari besar, nama khas, badan resmi, lembaga, pemerintahan, dokumen resmi.
· Huruf pertama semus kata dari nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan, kecuali kata partikel seperti di, ke, dari, untuk, da,. Yang, yang tidak terletak pada posisi awal.
· Huruf pertama nama sapaan dan ringkasan nama gelar, kecuali gelar dokter.
· Huruf pertama bahan produksi pabrik.
· Huruf pertama dari judul buku, periodikal, judul dari bab, artikel yang digunakan dalam teks.
· Huruf pertama dari nama genera, famili, ordo, kelas, subdivisi, dan divisi, baik untuk nama ilmiah tanaman atau hewan.
2. Penggunaan Huruf Miring atau Italic
Kalimat, huruf, kata-kata, simbol dan sebagainya yang ingin dicetak dengan huruf miring, harus digaris di bawahnya. Pencetakan miring dari huruf, kalimat, kata-kata dan sebagainya, dinamakan ditulis dalam italic.
3. Penulisan Nama Tanaman dan Binatang
Dalam tulisan ilmiah, tanaman dan binatang dapat ditulis dalam dua nama, yaitu nama ilmiah dan nama biasa. Nama ilmiah dari tanaman dan binatang terdiri dari genus, spesies dan kependekan nama orang yang memberikan nama kepada tanaman dan binatang tersebut. Nama ilmiah dicetak dalam huruf miring, yaitu jika diketik atau ditulis tangan, nama tersebut harus digaris bawahnya. Nama penemunya tidak ditulis secara italics. Huruf awal genus dimulai dengan huruf besar.
Bibliografi dan Daftar Rujukan
Dalam pengerjaan penelitian, tidak ada satupun peneliti yang tidak membaca karangan-karangan peneliti yang berhun\bungan dengan penelitian yang sedang dikerjakannya. Seorang peneliti diharapkan sudah membaca tulisan-tulisan, buku-buku, ataupun materi-materi lain yang berhubungan dengan penelitiannya. Bacaan-bacaan tersebut, sesudah diseleksi, harus dilaporkan dalam laporan penelitiannya. Jika yang ditulis hanya bacaan-bacaan yang dikutif di dalam teks, maka judul dari daftar bacaan tersebut adalah DAFTAR RUJUKAN. Jika daftar bacaan yang diberikan ternasuk juga tulisan-tulisan yang tidak dikutif dalam teks, judul dari daftar bacaan tersebut adalah BIBLIOGRAFI.
Binliografi atau daftar rujukan ditempatkan dibagian akhir laporan sesudah lampiran. Daftar rujukan atau Bibliografi berisi daftar bacaan yang diurutkan menurut abjad nama pengarang yang diberi nomor 1 sampai akhir.
Kutipan dan Catatan Kaki
Tidak ada satu tulisan ilmiah pun yang tidak pernah mengutif tulisan, penerbitan ataupun halaman dari tulisan orang lain. Karena itu, cara-cara membuat kutipan perlu dikuasai. Pertama-tama yang perlu diketahui adalah indeks kutipan. Indeks kutipan yaitu satu nomor atau angka yang ditulis pada satui perkataan, dan nomor tersebut menunjukan kepada daftar rujukan, bibliografi. Indeks ini dapat ditempatkan dengan dua cara :
1. Letaknya 1 spasi diatas kata-kata, atau
2. Letaknya diujung kalimat didalam kurung pada spasiyang sama, jika letaknya pada akhir kalimat, penempatannya harus sesudah titik.
Membuat Tabel dan Gambar
1. Tabel
Umumnya laporan ilmiah berisi tabel-tabel yang digunakan dalam memaparkan data. Seperti telah dijelaskan. Sebuah tabel terdiri dari :
· Nomor dan judul tabel
· Stub ;
· Box head;
· Badan (body).
Nomor tabel ditulis dengan huruf biasa. Penomoran tabel menurut bab ataupun tanpa menurut bab, tetapi menurut urutan dari 1 sampai dengan selasai. Judul tabel harus cukup padat dab dapat memberikan keterangan tentang data yang tercantum dalam tabel.
2. Gambar
Istilah gambar, atau kadang-kadang disebut figur mencakup grafik, cart, sket, peta, dan diagram-diagram yang dibuat untuk memudahkan pembaca dalam memahami data. Gambar yang sering digunakan dalam laporan ilmiah adalah:
· Grafik bundar,
· Grafik batang,
· Grafik garis,
· Histogram.
Mengevaluasi Laporan Ilmiah
Yang dikehendaki dari sebuah penelitian adalah suatu upaya yang dilakukan berdasarkan metode ilmiah untuk memecahkan masalah penelitian, dan hasilnya dapat disumbangkan sebagai suatu penemuab kepada ilmu pengetahuan. Sudah jelas, sebuah penelitian dianggap akan mempunyai kualitas yang cukup tinggi jika penelitian tersebut memberikan sumbangan kepada ilmu adalah bidangnya, dan dikerjakan dengan metode yang memperlihatkan tingkat keilmuan yang cukup tinggi pula.
Untuk menilai laporan ilmiah, maka beberapa sorotan harus diberikan kepada :
1. Judul
2. Masalah penelitian
3. Metode penelitian
4. Pengumpulan dan analisa data
5. Nada laporan
6. Pengaturan Laporan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)