Minggu, 25 Maret 2012

Perkembangan Ilmu Perencanaan Kota

Perkembangan konsep perencanaan wilayah dan kota terbagi pada beberapa periode yang berbeda pada tiap negara. Berikut adalah pembagian berdasarkan periode dengan perbedaan yang sangat signifikan secara umum
a) Konsep Pengembangan Kota Tahun 1800 – 1945
Pada abad 18 terjadi industrialisasi di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Dampak buruk industrialisasi telah mengakibatkan warga Eropa Barat dan Amerika Serikat untuk peduli dengan lingkungan binaan. Beberapa perancang kota terutama dengan latar belakang arsitektur menciptakan konsep-konsep utopis (ideal, angan-angan).
Salah satu arsitek tersebut adalah Ebenezer Howard yang menciptakan pendekatan kota taman (garden cities). Beberapa contoh kota yang menggunakan konsep ini adalah Letchworth Garden City dalam 1903, and Welwyn Garden City pada tahun 1920. Gerakan garden cities cukup tenar pada jaman ini karena diikuti oleh perancang kota di Amerika Serikat dengan dibangunnya kota Sunnyside, Radburn, Jackson Heights dan Baldwin Hills Village. Sedangkan di Jerman dibangun Kota Hellerau, sebuah distrik di wilayah Dresden pada tahun 1909 dan kota Walkerville di Canada.
Jika dilihat dari segi fisik kota, pada era ini sangat kental dengan khas rancang kota dan pola kota (grid, kurva). Selain itu, keberadaan landmark atau ruang terbuka yang berukuran besar sebagai simbol pusat kota juga sangat mudah ditemukan. Hal ini juga di temukan di Indonesia dalam bentuk alun-alun atau balai kota, seperti alun-alun Bandung. Dinyatakan pula bahwa alun-alun ini digunakan untuk wahana berkumpulnya penduduk kota yang sangat padat oleh adanya arus transmigrasi dalam jumlah besar.
b) Konsep Pengembangan Kota Tahun 1945 – 2000
Pada era ini perencanaan fokus pada kegiatan pengembangan ekonomi dan harga lahan. Setelah perang dunia relatif mengalami kemuduran perekonomian sehingga ekonomi menjadi perhatian utama. Tidak hanya ekonomi saja, kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi juga menjadi perhatian dunia perencanaan. Kebijakan pengembangan wilayah dalam bentuk pengembangan wilayah berkembang pesat. Beberapa pemikir ekonomi wilayah adalah walter issard, Vontunen dll.
Para ekonom wilayah memperkenalkan berbagai teori pengembangan wilayah yang sangat erat dengan ekonomi seperti teori sistem perkotaan dan hirarki kota yang menyatakan bahwa peran kota sangat dipengaruhi oleh besar aktivtas ekonomi yang ada didalamnnya. Sebagai contoh, kota dengan aktivitas ekonomi besar merupakan pasar bagi kota atau desa dengan tingkat perekonomian yang lebih kecil (kota penghasil pertanian, perkebunan)
Selain itu, mulai dikenal pula istilah disparitas (kesenjangan) antar wilayah dalam suatu negara. Perbedaan tingkat perekonomian tiap wilayah mengakibatkan adanya wilayah kaya-miskin. Ilmu ekonomi wilayah seperti location quotient, analisis shift share dan matrix input output telah mempengaruhi pengembangan wilayah yang lebih kuantitatif dan ekonomi.
c) Konsep Pengembangan Kota Tahun 2000 – kini
Era ini didominasi oleh persamaan hak, demokrasi dan keterbukaan melalui perkembangan teknologi informasi. Perencanaan partisipatif dan pengembangan masyarakat adalah isu utama karena terkait dengan sosial dan masyarakat setempat. Masyarakat lokal menyadari bahwa merekalah yang akan merasakan dampak langsung dari implementasi suatu produk perencanaan (seperti RTRW) sehingga pendapat dan pemikiran mereka sangat penting.
Pada era ini pula teknologi dan lingkungan menjadi isu utama. Perencanaan harus focus pada pembangunan berkelanjutan (Sustainable development planning) yakni bagaimana merencanakan wilayah dan kota yang dapat terus menerus memberikan kenyamanan kepada masyarakat didalamnya. Muncul pula kasus perencanaan perbaikan lingkungan yang telah rusak seperti perencanaan bekas kawasan pertambangan dan kawasan penggundulan hutan.
Teknologi juga mulai dimanfaatkan seperti dalam perencanaan administrasi lahan (misal dalam teknologi LIS/Land Information System), yakni perencanaan kawasan menggunakan database pertanahan yang lengkap dan system informasi geografi (SIG) untuk kawasan rawan bencana.
Meskipun terdapat konsep yang berbeda pada kurun waktu tertentu, dunia perencanaan tetap menggunakan konsep perencanaan dari jaman dahulu sebagai referensi untuk perencanaan saat ini. Karena bagaimanapun, perencanaan adalah kegiatan untuk mengantisipasi kebutuhan masa mendatang baik fisik, ekonomi, sosial maupun budaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak (Like & Coment)